محمد نور توفيق

محمد نور توفيق
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُYAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU" Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. http://shohibulummah.blogspot.com/ facebook : muhammadnurtaufiq@rocketmail.

Kamis, 16 Agustus 2012

Khutbah Idul Fitri


KHUTBAH PERTAMA


اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْكُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْوَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ. اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اللهُ اَكْبَرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jama'ah sholat Idul Fitri rahimakumullah


Sejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah SWT: وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”


Rasulullah SAW bersabda:



زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر 

Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”


Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT sedangkan selain Allah semuanya kecil semata. Kalimat tasbih dan tahmid, kita tujukan untuk mensucikan Tuhan dan segenap yang berhubungan dengan-Nya.


Tidak lupa puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.


اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ


Jamaah Idul Fitri rahimakumullah 


Setelah satu bulan penuh kita menunaikan ibadah puasa dan atas karunia-Nya pada hari ini kita dapat berhari raya bersama, maka sudah sepantasnya pada hari yang bahagia ini kita bergembira, merayakan sebuah momentum kemenangan dan kebahagiaan berkat limpahan rahmat dan maghfiroh-Nya sebagaimana yang tersurat dalam sebuah hadis Qudsi: اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلىَ عِيْدِكُمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ اُجْرَهُ اَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيُنَادِى مُنَادٌ: يَا اُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْااِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَاَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ

Artinya: “Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian maka Allah pun berkata: 'Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebajian dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka'. Sesorang kemudian berseru: 'Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan'. Kemudian Allah pun berkata: 'Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.” 


اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ


Jama`ah Idul Fithri yang berbahagia


Seiring dengan berlalunya Bulan suci Ramadhan. Banyak pelajaran hukum dan hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat kita petik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Jika bisa diibaratkan, Ramadhan adalah sebuah madrasah. Sebab 12 jam x 30 hari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, semula sesuatu yang halal menjadi haram. Makan dan minum yang semula halal bagi manusia di sepanjang hari, maka di bulan Ramadhan menjadi haram. 


Sementara dari aspek sosial, semua orang pernah merasa kenyang tapi tidak semuanya pernah merasakan lapar. Oleh karena itu, ada tiga pesan dan kesan Ramadhan yang sudah semestinya kita pegang teguh bersama. 


Pesan pertama Ramadhan adalah Pesan moral atau Tahdzibun Nafsi


Artinya, kita harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai. Rasulullah SAW bersabda: Jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri. Di dalam kitab Madzahib fît Tarbiyah diterangkan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat nafsu/naluri sejak ia dilahirkan. Yakni naluri marah, naluri pengetahuan dan naluri syahwat. Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit untuk dikendalikan dan dibersihkan adsalah naluri Syahwat.


Hujjatul Islam, Abû Hâmid al-Ghazâlî berkata: bahwa pada diri manusia terdapat empat sifat, tiga sifat berpotensi untuk mencelakakan manusia, satu sifat berpotensi mengantarkan manusia menuju pintu kebahagiaan. Pertama, sifat kebinatangan (بَهِيْمَةْ); tanda-tandanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa rasa malu. Kedua, sifat buas (سَبُعِيَّةْ) ; tanda-tandanya banyaknya kezhaliman dan sedikit keadilan. Yang kuat selalu menang sedangkan yang lemah selalu kalah meskipun benar. ketiga sifat syaithaniyah; tanda-tandanya mempertahankan hawa nafsu yang menjatuhkan martabat manusia.


Jika ketiga tiga sifat ini lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakat atau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan sosial yang sangat mengkhawatirkan. Dimana keadilan akan tergusur oleh kezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan dengan Dollar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan akhirnya dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya dan seterusnya.


Sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan adalah sifat rububiyah (رُبُوْبِيَّةْ); ditandai dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan Ramadhan. Orang yang dapat dengan baik mengoptimalkan sifat rububiyah di dalam jiwanya niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya Al-Qur'an, prilakkunya dihiasi budi pekerti yang luhur (akhlaqul karimah). Selanjutnya, ia akan menjadi insan muttaqin, insan pasca Ramadhan, yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari raya ini menampakkan tiga hal sebagai pakaiannya: menahan diri dari hawa nafsu, memberi ma`af dan berbuat baik pada sesama manusia sebagaimana firman Allah:

وَاْلكَاظِمِيْنَ اْلغَيْظَ وَاْلعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ

"…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS Ali Imran: 134)


Jama`ah Idul Fithri yang berbahagia


Pesan kedua adalah pesan sosial


Pesan sosial Ramadhan ini terlukiskan dengan indah indah justru pada detik-detik akhir Ramadhan dan gerbang menuju bulan Syawwal. Dimana, ketika umat muslim mengeluarkan zakat fithrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapan kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin tampak bagaimana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Kebuntuan dan kesenjangan komunikasi dan tali kasih sayang yang sdbelumnya sempat terlupakan tiba-tiba saja hadir, baik di hati maupun dalam tindakan. Semangat zakat fitrah ini melahirkan kesadaran untuk tolong menolong (ta`awun) antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, antara orang-orang yang hidupnya berkecukupan dan orang-orang yang hidup kesehariannya serba kekurangan, sejalan hatinya sebab كُلُّكُمْ عِيَالُ اللهِ , kalian semua adalah ummat Allah. 


Dalam kesempatan ini orang yang menerima zakat akan merasa terbantu beban hidupnya sedangkan yang memberi zakat mendapatkan jaminan dari Allah SWT; sebagaimana yang terkandung dalam hadis Qurthubi:

اِنّىِ رَأَيْتُ اْلبَارِحَةَ عَجَاً رَأَيْتُ مِنْ اُمَّتِى يَتَّقِى وَهَجَ النَّارَ وَشِرَرَهَا بِيَدِهِ عَنْ وَجْهِهِ فَجَائَتْ صَدَقَتُهُ فَصَارَتْ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Artinya: "Aku semalam bermimpi melihat kejadian yang menakjubkan. Aku melihat sebagian dari ummatku sedang melindungi wajahnya dari sengatan nyala api neraka. Kemudian datanglah shadaqah-nya menjadi pelindung dirinya dari api neraka." 


Jama'ah sholat Idul Fitri rahimakumullah


Pesan ketiga adalah pesan jihad


Jihad yang dimaksud di sini, bukan jihad dalam pengertiannya yang sempit; yakni berperang di jalan Allah akan tetapi jihad dalam pengertiannya yang utuh, yaitu: 

بَذْلُ مَاعِنْدَهُ وَمَا فِى وُسْعِهِ لِنَيْلِ مَا عِنْدَ رَبِّهِ مِنْ جَزِيْلِ ثَوَابِ وَالنَّجَاةِ مِنْ اَلِيْمِ عِقَابِهِ

"Mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari Siksa-Nya."


Pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, atapun jiwa kita untuk mencapai keridhaan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang paling besar. Dengan demikian, jihad akan terus hidup di dalam jiwa ummat Islam baik dalam kondisi peperangan maupun dalam kondisi damai. Jihad tetap dijalankan.


Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan bukanlah jihad mengangkat senjata. Akan tetapi jihad mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera serta bersendikan atas nilai-nilai agama dan ketaatan kepada Allah. 


Mengingat adanya aliran Islam yang mengkampanyekan jihad dengan senjata di negara damai Indonesia ini, maka perlu untuk ditekankan lebih dalam bahwa jihad seharusnya dilandasi niat yang baik dan dipimpin oleh kepala pemerintahan, bukan oleh kelompok atau aliran tertentu. Jangan sampai mengatasnamakan kesucian agama, akan tetapi tidak bisa memberikan garansi bagi kemaslahatan umat Islam. Islam haruslah didesain dan bergerak pada kemaslahatan masyarakat demi mencapai keridhaan Allah dan kemajuan ummat. Pengalaman pahit salah mengartikan jihad menjadikan Islam dipandang sebagai agama teroris. Padahal Islam sebenarnya adalah rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin), agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kedamaian.


Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan adalah upaya mendukung terbangunnya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sehatera yang bersendikan pada ketaatan kepada Allah. Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan diri kita sendiri, terlebih lagi merugikan orang lain. 


Jama`ah Sholat Idul Fitri rahimakumullah

رُوِىَ اَنَّ بَعْضَ الصَّحَابَةِ قَالُوْا يَا نَبِيَّ اللهِ لَوَدَدْنَا اَنْ نَعْلَمَ اَيَّ التِّجَارَةِ اَحَبُّ اِلَى اللهِ فَنَتَجَرُّ فِيْهَا فَنُزِلَتْ (يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلىَ تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ. تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ)

"Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat mendatangi Rasulullah. Ketika berjumpa, salah seorang dari mereka berkata: "Wahai Nabi Allah, kami ingin sekali mengetahui bisnis apa yang paling dicintai oleh Allah agar kami bisa menjadikannya sebagai bisnis kami". Kemudian diturunkan ayat: يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلىَ تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ. تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS Ash-Shaff:10-12)


Dalam konteks sosial masyarakat kita saat ini, dimana masih banyak sektor sosial yang perlu pembenahan lebih lanjut. Maka makna jihad harus mengacu pada pengentasan masalah-masalah sosial. Oleh sebab itu, sudah selayaknya pada momentum lebaran saat ini, bukan hanya pakaian yang baru akan tetapi gagasan-gagasan baru juga harus dikedepankan untuk mengentaskan masalah-masalah sosial yang selama ini membelenggu kemajuan umat Islam Indonesia pada khususnya dan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.


اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ


Jama'ah Sholat Idul Fithri rahimakumullah


Demikianlah tiga pesan yang disampaikan oleh Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan ini ke dalam bingkai kehidupan nyata. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita sendiri, untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain; menjalin hubungan silaturrahim serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda-bedakan status sosial, serta menyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ ربِّهِ ونَهَيَ النَّفْسَ عَنِ اْلَهوَى فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ اْلمَأْوَى. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 


KHUTBAH KEDUA

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَْلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُواالله؎ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ


Jumat, 10 Februari 2012

Wasiat Rasulallah SAW



Menjelang akhir Hayat Rasulallah s.a.w. yaitu pada tahun 10 Hijriah, Nabi Muhammad s.a.w. bersama seluruh Ummat Islam yang datang dari segenap penjuru, telah enunaikan Haji/'Umrah yang terakhir bagi Nabi s.a.w.yang disebutkan juga dengan Haji Wada' (Haji Perpisahan) karena setelah delapan puluh dua hari sesudah itu Rasulallah s.a.w. wafat meninggalkan dunia yang fana ini, kembali ke Ramatullah.

Nabi s.a.w. bersama Ummat Islam yang sangat ramai ketika itu (ratusan ribu) telah menyampaikan banyak pesanan kepada seluruh Ummat Islam untuk dilaksanakan.Khutbah Nabi s.a.w.di Padang Arafah (suatu kawasan padang yang luas, terletak di kaki Jabal Rahmah (bukit Rahmah), kira-kira 22 km sebelah tenggara kota Makkah). Wukuf di 'Arafah disebut juga dengan Hari 'Arafah (hari Perkenalan/Pertemuan).

Dalam Khotbah Nabi s.a.w. yang ditujukan kepada seluruh Ummat Islam ketika itu dan juga supaya disampaikan kepada seluruh Ummat Islam sekarang ini dan kepada seluruh Ummat Islam hingga qiamat (ketika alam dunia ini telah dihancur leburkan). Bumi dengan segala isinya telah hancur lebur. Gempa yang dahsyat telah membuat segala apa yang ada dibumi ini menjadi puing ataupun runtuhan. Manusia ketika itu tidak tentu arah, masing-masing coba menyelamatkan diri mereka, tetapi kemana-manapun serupa keadaannya.

Masa itu adalah masa akhirnya bagi segala kehidupan dan kesenangan dunia, diganti dengan Kehidupan Akhirat, kehidupan yang abadi. Hari kiamat merupakan Hari Kebangkitan kembali, hanya Hukum Allah s.w.t. sahaja yang berlaku. Manusia terpaksa tunduk dan mempertanggung jawabkan akan segala apa yang telah mereka lakukan selama mereka hidup didunia. Oleh karena itu sebelum tibanya kiamat, masih ada kesempatan bagi seluruh Ummat Islam, memperhatikan dengan serius Khotbah Nabi s.a.w. ini untuk dilaksanakan, supaya kita terselamat didunia dan akan bahagia diakhirat Insya-Allah.

Dalam Khotbah Nabi yang mulia ini, Rasulallah s.a.w, berwasiat kepada seluruh Ummatnya ,antara lain Nabi bersabda: "Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Kami memujiNya. Kami mohon PertolonganNya, kami mohon keampunanNya akan segala dosa-dosa kami dan melahirkan taubat kami di hadapanNya. Kami mohon perlidungan daripada keburukan hati kami dan segala kejahatan yang telah kami lakukan. Sesiapa yang telah dipimpin Allah ke jalan yang lurus, maka tiada seorangpun boleh menyesatkannya, dan barangsiapa yang tidak diberi petunjuk oleh Allah maka tiada siapa yang dapat memandunya ke jalan yang benar".

Nabi s.a.w.menyampaikan wasiatnya ini kepada seluruh Ummat Islam dimanapun mereka berada ketika itu hingga berakhirnya alam yang fana ini.

Nabi bersabda lagi yang maksudnya: "Aku isytiharkan kebenaran ini bahwa tidak ada Tuhan lain, melainkan Allah dan aku isytiharkan kebenaran ini, bahwa Muhammad itu hambaNya dan RasulNya. Wahai hamba-hamba Allah, aku nasihatkan kamu supaya menyembah Allah. Aku mulakan kata-kata yang suci ini.

Selepas itu aku nyatakan kepadamu, wahai manusia! Dengarkanlah perkataanku dengan sebaik-baiknya ketika aku berucap, karena aku merasa aku tidak lagi berpeluang menemui kamu disini selepas tahun ini. Tahukah kamu semua hari apakah ini? Inilah hari Nahar, hari korban yang suci. Tahukah kamu semua bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kamu semua tempat apakah ini? Inilah tempat yang suci. Oleh karena itu aku sampaikan kepada kamu semua bahwa, darah dan harta kamu adalah diharamkan bagi seseorang terhadap yang lainnya".

Nabi s.a.w. melanjutkan khotbahnya: "Semuanya mesti kamu sucikan sebagaimana
sucinya hari ini, sucinya bulan ini, sucinya tempat ini."

Lalu Nabi s.a.w.melanjutkan ucapan beliau: "Hendaklah berita ini kamu sampaikan kepada orang-orang yang tidak hadhir ditempat ini." (oleh karena itu menjadi kewajiban pula bagi seluruh Ummat Islam yang ada sekarang ini dan selepas ini, supaya menyampaikan wasiat yang sangat penting ini kepada seluruh manusia, dengan segala daya yang ada pada kita). Sambil itu Nabi s.a.w. bertanya kepada Ummat yang hadir,

"Adakah aku telah menyampaikan kepadamu semua? Ummat yang hadir menjawab dengan sepontan: "Memang benar, engkau telah menyampaikannya". Lalu Nabi s.a.w. memohon kesaksian dari Allah s.w.t: "Ya Allah! Saksikanlah." Nabi s.a.w.melanjutkan: "Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhan kamu adalah satu, dan sesungguhnya kamu berasal dari yang satu. Semua kamu berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Wahai manusia dengarkanlah baik-baik apa yang telah ku sampaikan kepadamu, semoga kamu akan bahagia untuk selama-lamanya dalam hidupmu. Wahai manusia,kamu hendaklah mengerti, bahwa orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka adakanlah perbaikan diantara sesama saudara."

Nabi s.a.w.melanjutkan khotbahnya dengan sabdanya: "Bukankah aku telah meninggalkan kepadamu panduan yang benar, dan bila kamu berpegang teguh dengannya, kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Quran dan Sunnahku".

Rasulallah s.a.w. melanjutkan Khotbahnya: "Waspadalah atas segala apa yang telah ku sampaikan,Ya Allah Engkaulah yang akan menjadi saksi atas kami!"

Nabi s.a.w.meneruskan sabdanya: "Barangsiapa memegang amanah, hendaklah dikembalikannya kepada pemiliknya! Jumlah faedah (riba) yang diambil dizaman
jahiliyah hendaklah dibayar pada hari ini! Oleh karena itu, pertama sekali aku membayar tuntutuan bunga (riba) yang telah dibuat oleh bapak saudaraku (pamanku), Abbas bin Abdul Muttalib. Semua gelaran dan jabatan-jabatan di masa jahiliyah dihapuskan, kecuali Sadana (jabatan yang menguruskan ka'bah dan saqaya (jabatan yang membekalkan air kepada jemaah haji.)!"

"Pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja, mestilah dibalas bunuh. Pembunuhan yang terjadi disebabkan tidak sengaja (bukan niat untuk membunuh) seperti menggunakan kayu atau batu, dendanya adalah seratus ekor unta. Barangsiapa yang menambahnya, maka itu dianggap sebagai amalan di zaman jahiliyah".

"Wahai manusia! Selepas tertegaknya sistem yang hak (benar), maka Syaitan akan hilang harapannya untuk disembah diatas muka bumi ini. Tetapi Syaitan akan bergembira sekiranya ia dipatuhi dalam dosa-dosa yang lain yang dianggap remeh !"

Rasulallah s.a.w.kemudian bertanya kepada jamaah yang hadir: "Adakah aku telah menyampaikan wasiatku ini kepadu kamu semua?"

Jamaah menjawab: "Ya, Rasulallah engkau telah menyampaikan pesanmu".

Nabi melanjutkan wasiatnya dengan memohon penyaksian dari Allah s.w.t.: "Ya Allah! Engkaulah yang menjadi saksi diantara kami !"

Rasulallah s.a.w. meneruskan khotbah beliau: "Wahai manusia! Wanita-wanita kamu, mempunyai beberapa hak keatas diri kamu, dan kamu juga mempunya beberapa hak terhadap mereka. Adalah menjadi kewajiban terhadap mereka supaya tidak mengizinkan sesiapapun masuk ke dalam kamar tidur mereka kecuali kamu dan jangan membenarkan orang yang tidak kamu sukai, masuk kedalam rumah kamu. Mereka jangan melakukan zina. Jika mereka melakukannya, maka Allah membenarkan kamu memisahkan diri dari mereka. Keluarkan mereka dari kamar tidur kamu, dan kamu boleh memukul tubuh mereka dengan syarat tidak meninggalkan bekas keatasnya".

"Jika mereka berhenti dan mematuhi kamu, maka kamu bertanggung jawab untuk menyara hidup mereka. Semestinya wanita berada di bawah perintah kamu dan tidak boleh bertindak sesuka hati mereka. Kamu telah mengambil mereka menjadi pasangan kamu sebagai amanah dari Allah s.w.t. serta menggunakan tubuh mereka dengan izin Allah. Oleh karena itu takutlah kepada Allah dalam hal wanita, dan asuhlah mereka dengan cara yang betul!"

"Wahai manusia! Ingatlah, aku telah menyampaikan wasiatku ini kepadamu.Ya Allah, Engkaulah yang menjadi saksi diatas kami".

Nabi s.a.w.melanjutkan khotbah beliau:"Wahai manusia, kamu hendaklah mengerti, bahwa orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka masing-masing kamu dilarang keras mengambil harta saudaranya kecuali dengan seizin hatinya yang ikhlas.Bukankah aku telah menyampaikannya ? Ya Allah! Saksikanlah!.

Selanjutnya Nabi s.a.w.bersabda:"Janganlah kamu setelah aku meninggal nanti kembali kepada kafir,dimana sebahagian kamu memainkan senjata untuk menebas batang leher kawannya yang lain.Bukankah aku telah meninggalkan untukmu panduan yang benar,bila kamu berpegang teguh dengannya, maka kamu tidak akan sesat,yakni kitab Allah (al-Quran). Wahai manusia !Sesungguhnya Tuhan kamu adalah satu,dan sesungguhnya kamu berasal dari satu bapak.Semua kamu dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia dari antara kamu semua adalah orang yang Taqwa.Tidak sedikitpun ada kelebihan bangsa Arab daripada yang bukan Arab,kecuali dengan taqwa.Wahai manusia bukankah aku telah menyampaikannya? Oh Tuhan saksikanlah !

"Maka hendaklah barang siapa yang hadir ditempat ini berkewajiban untuk menyampaikannya wasiatku ini kepada mereka yang tidak hadir.

" Ketika itu turunlah wahyu yang terakhir kepada Nabi kita s.a.w.yang bermaksud:"Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu.Aku cukupkan ni'matKu untukmu dan Aku rela Islam itu menjadi agamamu." (Q.S.al-Maidah;3)

TANDA TANDA HARI KIAMAT

1. Sembahyang diabaikan (diringan-ringankan).

2. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan, buku, gambar, risalah atau filem.

3. Penjenayah menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya.

4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Sukar untuk membezakan perkara halal dan haram kerana yang haram dianggap halal serta sebaliknya.

5. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong sukar untuk hidup senang.

6. Membayar zakat (harta, perniagaan dan pendapatan) dianggap beban.

7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka sentiasa merintih kerana maksiat berleluasa tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.

8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada makhluk di muka bumi.

9. Fenomena lelaki berkahwin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi.

10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai ubat guna-guna, sihir dan amalan syaitan lain.

11. Anak-anak mengingkari dan menderhaka ibu bapa (ibu bapa menjadi kuli dan anak menjadi tuan).

12. Kawan baik dilayan dengan kasar, manakala musuh diberi layanan baik. Kawan disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang mengajak berbuat kebaikan.

13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak, bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan sembahyang, mendedahkan aurat dan berjudi.

14. Masjid dihias indah tetapi kosong, terpulau, berkunci dan banyak berlaku kecurian barang masjid yang berharga.

15. Ramai yang sembahyang tetapi munafik dan berpura-pura. Di dalam sembahyang berjanji akan mengikut suruhan Allah tetapi di luar sembahyang melanggar perintahNya,

16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian, bergaul dan suka berpesta.

17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya.

18. Amalan riba berleluasa hingga orang alim pun terjebak sama.

19. Darah manusia tidak berharga, sering berlaku pembunuhan, peperangan dan jenayah.

20. Penganut Islam tidak mahu mengamalkan suruhan agama dan tidak mahu membela serta menyebarkannya.

21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah senjata syaitan yang baik).

22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta sedekah.

23. keluarnya dajjal

DAJJAL

Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia,maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.

Hadits-Hadits tentang Dajjal sangat banyak dan shahih,bahkan para Ulama menganggapnya mutawatir. Tidak ada seorangpun dari kalangan ahlussunnah yang menentang berita munculnya Dajjal tersebut, kecuali –seperti biasanya kelompok yang lebih menuhankan akalnya—Mu’tazilah dan Rasionalis. Mereka menganggap bahwa Dajjal hanyalah ungkapan tentang sifat, Bukan satu sosok makhluk yang disebut dengan Dajjal. Maka –menurut mereka—setiap orang yang memandang segala masalah hanya dengan sebelah mata yaitu hanya dengan barometer dunia, maka dia adalah Dajjal.

Tentunya anggapan mereka ini adalah anggapan batil yang terbantah dengan hadits-hadits yang shahih. Kami kira cukup kami nukilkan hadits-hadits tersebut yang menjelaskan sifat-sifat Dajjal. Niscaya akan menjadi jelas apakah Dajjal itu sebuah ungkapan,sifat atau memang sesosok makhluk dari jenis manusia yang akan muncul di akhir Zaman.



Ciri-ciri Dajjal



Dajjal Buta sebelah Matanya

Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan Dajjal ditengah-tengah manusia seraya berkata:

إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية

Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta.Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya.seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)



Dajjal adalah Pemuda Keriting

Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mensifati Dajjal :

إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن(روه مسلم

dia adalah seorang pemuda keriting,matanya rusak,seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)



Dajjal adalah laki-laki pendek

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasullah صلى الله عليه وسلم :

إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور

Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting,buta matanyasebelah tidak timbul tidak pula berlubang.Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta.(HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)

Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah aib dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)



Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى

Adapun penebar kesesatan (Dajjal),maka dia buta matanya sebelah,lebar jidatnya,luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)



Memiliki “Surga” dan “Neraka”

Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار

Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya,dia memilki surga dan neraka”. Surganya adalah neraka Allah,dan nerakanya adalah surga ALLah.(HR.Muslim)



Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه

…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan :

ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم

…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.(HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan :

يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كتب

…Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.(HR.Muslim)



Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

ما عث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنهأعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كلفر فيه

Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta,sang pendusta.ketauhilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.Dajjal besar badnnya.(HR.Bukhari)

Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

ما بين خلق آدم إلي فيام السا عة خلق أكبر من الد جال

“tidak ada saru makhluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari Dajjal.(HR. MUslim)



Dajjal tidak memiliki keturunan

Dari abu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;

ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى

Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata ; Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)



Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kepada kami :

الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خوراسان

Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut khurasan.(HR.Tirmidzi;dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ ash Shaghir (3/150)

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda

يجرج الدجال من يهودية أصبها ن معه سبعون ألفا اليهود

Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahandan bersamanya tujuh pulh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad)

Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “ Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat jelas yaitu dari arah Masryg.” (Fathu Bary (13/91)

Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” (an-Nihayah/al-Fitan wal malahin (1/128)



Dajjal tidak dapat masuk Makkah Madinah

Allah subahanahu wa ta’ala telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesunggunya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.

Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan ketika bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir Zaman.maka para Ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم .

Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia.tidak ada satupun Daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam,kecuali Makkah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakansambil menunjuk dengan tingkat ketanah:

هذه طيبة هذه طيبة هذهطيبة يغني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشامأو بحر اليمن لابل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق

“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” maka manusia menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Daari ini,sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Ketauhilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman.Tidak, Bahkan di arah Masryq,bahkan diarah Masryq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Masryq.(HR. Muslim dalam Shahih Muslim/Kitabul Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah,juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya Insya Allah akan kami muat pada edisi mendatang)



Para Pengikut Dajjal

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : SesungguhnyaRasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أن رسوالله صلى الله عليه وسلم قل يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة

“akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah(HR.Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكن أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيو ثقها ربا طا مخافة أن تخر ج إليه

Dajjal akan turun dari daerah dataran ber-garam yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istirnya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.(HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir).



Berlindung dari fitnah Dajjal

Oleh karena itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:

اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari adzab neraka Jahannam,dariadzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal.(HR.Muslim)

Jumat, 14 Oktober 2011

bangsa jin menyambut ramadhan

Kekhusyukan dan kekhidmatan bangsa jin dalam menyambut bulan suci Ramadhan sungguh teramat menakjubkan. Seperti apakah gambarannya…?

Semerbak wangi kasturi yang dihembuskan lewat semilir angin surgawi, memancarkan cahaya nuraniyah semua sifat alam, sebagai suatu penghormatan dari seluruh mahluk yang diciptakanNya. Semesta alam bertahmil dan bertahmid dalam kebesaranNya, menyambut datangnya bulan suci yang penuh pahala dan keberkahan.
Keindahan dan kemuliaan di dalam bulan ini sesungguhnya sebagai pengangkat derajat bagi semua hamba yang beriman. Para malaikat, ahli surga, bangsa jin serta para manusia saling berlomba dalam mengisi keimanan hati lewat pujian serta lantunan ayat suci Al Qurían, yang menggema keberbagai belahan jagat raya.
Malam Lailatul Qodar dengan sejuta kenikmatan, menjelma pula turun ke bumi di bulan nan mulia ini. Semua malaikat bersujud syukur mendo’akan semua manusia agar di hari akhir nanti, mereka mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW.Dari berbagai kenikmatan yang ada di bulan suci Ramadhan, Allah SWT juga memberikan keistimewaan bagi para ahli siksa kubur. Konon, mereka yang di masa hidupnya sebagai seorang durjana, munafik, para dholim dan sebagainya, dan dari kekhilafan yang mereka perbuat sehingga Allah SWT menyiksanya dengan panasnya api neraka serta cambuk ganas sang malaikat Munkar dan Nakir, namun berkat kesucian dan safa’at bulan suci ini, mereka semua diangkat dan diberhentikan dari semua kepedihan siksa kubur.
Lantas, untuk siapakah bulan sejuta pahala ini diciptakan? Tentu tiada lain, untuk semua makhluk yang banyak berbuat maksiat, tarutama dalam hal ini adalah jin dan manusia. Karena sesunggunya Allah SWT sangat mencintai semua hambanya agar terhapus segala dosa dan kesalahan, maka Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang menghadirkan bulan suci yang penuh syafa’at ini. Semoga kita semua terhindar dari azab siksa kubur yang sangat mengerikan.
Dalam Al Qur’an Allah SWT menerangkan firmanNya lewat sebuah ayat yang berbunyi: “WAMAA KHOLAKTUL JINNA WAL INSA ILLAA LIYA’BUDUUN.” Yang kurang lebih artinya: “Sesungguhnya Allah menciptakan adanya makhluk bumi antara jin dan manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaKu.”
Dari arti ayat tersebut sudah jelas sekali bahwa baik bangsa jin maupun manusia banyak sekali kekurangan dalam hal beribadah, sehingga Allah SWT memperingatkan keduanya untuk selalu beriman, bertakwa, dan selalu berada di jalan yang di ridhoiNya.
Kini pertanyaannya, samakah ibadahnya antara bangsa jin dengan manusia itu?
Dalam hal ketakwaan maupun ibadah, semua tidak ada perbedaan. Dengan kata lain, baik bangsa jin maupun manusia sama memegang hukum Islam dari ajaran Nabiyullah Muhammad SAW, yaitu akidah syara’iah dan akidah tauhid. Hanya saja karena keterbatasan dari perbedaan kondisi alam dan dimensi kehidupan, maka membuat manusia seperti kita tidak pernah mengerti akan segala aktifitas bangsa jin, karena memang makhluk yang tidak kasat mata.
Kisah-kisah mengenai bangsa jin sendiri banyak disinggung di berbagai “Kitab Kuning,” atau buku-buku Islam karangan para ulama di abad pertengahan. Salah satu di antaranya adalah dalam Tafsir Sowi.
Dalam kitab tersebut, tepatnya pada halaman 252 diterangkan asal-usul dari bangsa jin. Mereka berasal dari keturunan bangsa iblis atau Banul Jan yang tercipta dari sebuah bara api. Dari kelammnya keturunan atau moyang mereka, Allah SWT memberikan nilai lebih bagi bangsa jin yang telah insyaf atau bertaubat kepadaNya.
Di antara kelebihan tersebut, semua bangsa jin yang boleh bertaubat mereka tak akan lagi berbuat dholim kepadaNya, dan semua tergolong ahli surga di kemudian hari nanti, bersama dengan pengikut setia Kanjeng Rasullah SAW.
Kisah ibadahnya bangsa jin memang sulit dibuktikan karena bersifat gaib. Namun tentunya, bagi orang-orang pilihan mudah saja untuk masuk dan melihat keberadaan alam jin beserta para penghuniya. Semua akibat kemampuan supranaturalis mereka, tentunya.
Disamping itu, ada juga orang-orang tertentu yang diberi hidayah oleh Allah SWT, sehingga tanpa melalui proses belajar dirinya bisa berinteraksi dengan bangsa jin. Memang, kasus semacam ini sangatlah langka.
Sebagai pembuktian tentang ibadahnya bangsa jin, Penulis kali ini akan menceritakan sepenggal kisah nyata yang saya alami sendiri. Perisnya berlangsung pada tahun 1999 silam, tepatnya tujuh hari sebelum menjelang tibanya bulan Ramadhan nan suci mulia.
Pada waktu itu, kehidupan Penulis memang tengah karut marut dalam perekonomian. Akibat usaha perniagaan batik yang jatuh pailit terbadai krisis ekonomi, banyak sekali utang kepada klien yang belum dapat terlunasi. Akibatnya, aku selalu dicari oleh beberapa penagih. Karena kondisi tersebut, ditambah lagi akibat kehidupan yang tiada seimbang, maka akhirnya membuatku nekad untuk menjalani ritual mendatangkan dana gaib yang pernah diajarkan oleh seorang guru ilmu gaib kepadaku.
Mulanya, Penulis memang sedikit ragu untuk melakukan ritual nyleneh yang sulit dibuktikan keabsahannya ini. Namun, tekanan demi tekanan yang datang bertubi-tubi, toh akhirnya memaksa saya untuk berbulat tekad. Pada suatu hari, kusiapkan berbagai sarana untuk pemanggilan gaib. Agar bertambah khidmat, sengaja kupinjam juga rumah kosong kepunyaan temanku yang sudah lama tidak ditempati karena rusak.
Singkat cerita, malam itu dengan tanpa penerangan sedikitpun, Penulis memulai ritual dengan suatu tekad mencapai keberhasilan. Sebelum mendapatkan sesuatu, aku berjanji pada diri sendiri akan terus berpuasa siang maupum malam, sehingga apa yang kupinta bener-bener menjelma di hadapanku.
Menjelang malam yang ketiga, sebuah sinar terang tiba-tiba masuk di kamar tempatku berkhalwat. Lambat laun, cahaya tersebut menjelma menjadi dua sosok manusia berusia tua. Ya, mungkin usianya sekitar 60 tahunan. Penampilan mereka sangat bersahaja.
Mereka memberi salam kepadaku, dan aku menyambutnya dengan takzim. Lalu, mereka berbicara dengan penuh wibawa, sehingga membuatku tertegun dan tidak bisa berkata walau sepatahpun.
“Wahai anak manusia, jangan kau teruskan untuk meminta yang bukan menjadi milikmu. Ingat, bulan suci akan datang, sambutlah dengan kekhusukan beribadalah!” Kata Bapak yang satu.
“Wahai anak manusia, jangan kau kotori bulan yang penuh kesucian ini dengan keduniawian yang tiada berpahala. Ingat, keagungan bulan suci ini lebih nikmat dan lebih besar pahalanya dibanding dengan semua alam semesta!” Kata Bapak yang satunya.
Begitulah kurang lebih kata-kata mereka, dan setelah itu mereka raib dari pandanganku.
Setelah raibnya mereka, Penulis baru tersentak kaget. Ternyata semua yang terjadi bukanlah hanya mimpi, melainkan kenyataan. Dengan Kebesaran dan KemahakuasaanNya, Allah SWT telah mempertemukan aku dengan kedua makhlukNya yang agung itu.
Tapi benarkah apa yang dikatakan oleh kedua sosok Bapak yang baru belakangan kuketahui sebagai utusan dari bangsa jin itu, bahwa keduniawiaan yang kuharapkan sesungguhnya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan nikmat berpuasa di bulan Ramadhan?
Sifat-sifat kemanusiaan Penulis selaku manusia yang serakah dan selalu penasaran ternyata meragukan perkataan bijak itu. Ya, walau saya sudah diperingati agar jangan meneruskan ritual mengambil dana di alam gaib, namun pada akhirnya saya tetap saja membandel.
Dengan benak yang kotor dan penuh hasrat duniawi, saya kemudian malah menterjemahkan bahwa kedatangan kedua sosok menyerupai Bapak-bapak tadi, yang tentu saja berasal dari bangsa gaib, adalah suatu cobaan bagi seorang ritualis. Dan hal tersebut sebagai pertanda keberhasilan yang akan diraih.
Setelah berpikir demikian, tepatnya sekitar setengah jam setelah fenomena gaib itu terjadi, maka pada malam yang sama penulis kembali melakukan ritualnya. Bahkan kali ini dengan semangat yang kian membara, karena merasa yakin bahwa keberhasilan sudah nampak di depan mata.
Mungkin karena sikapku yang menentang ini, maka membuat kedua mahluk dari alam lain itu sangat marah kepadakku. Buktinya, baru sekitar 10 menit aku memulai ritual dengan melafadzkan mantera-mantera dan dzikir, maka tiba-tiba kedua sosok makhluk itu mengangkat tubuhku, lalu membawaku terbang dengan kecepatan seperti layaknya kilat.
Tak dapat Penulis lukiskan dengan kata-kata bagaimana kecepatan dan suasana perjalanan itu. Yang pasti, ternyata mereka membwaku ke sebuah alam padang pasir yang dipenuhi oleh berjuta manusia, atau setidaknya makhluk-makhluk yang menyerupai manusia.
Penulis terpana melihat suasana yang serba aneh dan menakjubkan itu. Terlebih ketika kudengar gemuruh suara mereka melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, yang sepertinya menggema ke seluruh jagat raya. Sikap mereka yang khusyuk dan tawadhu membuat hatiku tergetar, sehingga tak terasa air mataku jatuh menitik. Betapa indah perkumpulan para jamaah yang mendambakan makna syafaat itu. Setidak kulihat jelas dari raut muka para jemaah itu yang seluruhnya bercahaya kemilau.
Di saat Penulis diajak berjalan-jalan di antara para jamaah itu, saya juga melihat para ibu serta anak-anak yang ikut bergerombol bersama kaum lelaki dewasa. Mereka semuanya melantunkan Sholawat badar, serta menyambut gempita dengan seruan: “marhaban ahlan ya syahru romdhon min afdholin niímat”, yang artinya: “Selamat datang wahai bulan suci ramadhan yang penuh kenikmatan.”
Dari perhelataan akbar para jamaah yang seluruhnya berpakaian putih kemilau itu, penulis kemudian dijak oleh kedua orang yang membawaku, yang kemudian kuketahui ternyata bernama Muhammad Suaib Al Bar’ah dan Muhammad Ya’kub Al Ajro, ke sebuah masjid yang sangat indah. Karena begitu indahnya sehingga sulit bagiku untuk melukiskannya dengan kata-kata. Yang pasti, masjid ini kemilau dihiasi oleh batu-batu alam yang seumur hidup tak pernah kulihat di alam dunia ini.
Yang membuatku semakin takzim, sehingga air mataku tak pernah berhenti menitik, adalah ketika kulihat orang-orang di dalam masjid itu seluruhnya terdiam sambil menunduk khusyuk. Mereka sepertinya sedang terlena dalam indahnya pendekata diri pada Sang Maha Kuasa, Allah SWT.
Setelah diajak berkeliling masjid yang indah tiada tara itu, Muhammad Suaib Al Bar’ah dan Muhammad Ya’kub Al Ajro, yang keduanya di alam jin memiliki kedudukan sebagai ulama, kembali menarik tanganku, lalu membawaku kembali terbang dengan kecepatan laksana kilat. Sekejap kemudian, Penulis merasakan sekujur tubuh menjadi dingin. Aneh, saat membuka mata, ternyata kudapatkan diriku berada di dekat sungai di sebuah perkampungan kumuh yang ada di pinggiran Cirebon. Waktu itu keadaan masih tengah malam buta.
Mengapa aku tidak kembali di salah satu kamar di dalam rumah kosong milik temanku yang semula kujadikan tempat berkhalwat? Mengapa aku dikembalikan oleh Muhammad Suaib Al Bar’ah dan Muhammad Ya’kub Al Ajro ke alam nyata dengan mengambil lokasi di tengah perkampungan kumuh dan di tepi sungai yang berair sangat kotor?
Kenyataan inilah yang membuatku tersadar bahwa sesungguhnya kenikmatan yang utama adalah kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu, sehingga apapun yang sedang kita hadapi akan selalu terasa nikmat dibuatnya. Perkampungan kumuh agaknya dimaksudkan bahwa masih banyak anak manusia yang keadaannya lebih buruk dariku. Sedangkan sungai comberan rupanya sebuah simbol bahwa kehidupan ini seperti air bening, yang akan kotor dengan sendirinya bila kita memang mengotorinya dengan dosa-dosa.
Tengah malam nan pekat itu, dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki, aku pulang ke rumahku yang amat bersahaja dengan berjalan tertatih-tatih. Kedatanganku langsung disambut isak tangis keluarga dan isteri tercinta. Kata mereka, sudah dua hari aku menghilang.
“Sewaktu aku mengantar makanan dan minuman untuk Kakang berbuka puasa, ternyata Kakang sudah tidak ada lagi di rumah itu. Karenanya kami semua panik mencari-cari Kakang!” Demikian cerita isteriku.
Subhanallah! Hanya kalimat suci ini yang meluncur dari mulutku. Mengapa perjalanan yang terasa amat singkat itu ternyata telah memakan waktu 2X24 jam di alam manusia? Hanyalah Allah-lah yang tahu jawabannya.
Dua hari Penulis menjelajahi ke alam jin dan melihat suasana mereka menyambut Ramadhan, kuyakini sebagai sebuah hidayah Allah SWT yang senantiasa memberi keberkahan kepada makhlukNya. Intinya, aku jadi paham akan segala kehidupan alam jin. Dan pada akhirnya peristiwa gaib ini membuatku semakin takwa dan tawadhu kepadaNya. Ya, Inya Allah…!

Rabu, 17 Agustus 2011

Manusia Aneh

1.The Horny Grandma [CHINA]

Granny Zhao - nama panggilannya dulu - adalah seorang wanita tua dari Zhanjiang yang menjadi terkenal karena tumbuh 'tanduk' di dahinya. Menurut keluarganya, tanduk itu muncul sekitar 3 tahun yang lalu, sebelumnya dalah tahi lalat kecil biasa, namun entah kenapa lalu berubah menjadi ganas dan terus membesar. Awalnya dibiarkan, namun tumbuh menjadi tidak terkendali bahkan kini menjadi sangat menggangu pandangannya. "Saya menjadi tidak nyaman karena telah menghalangi pandangan saya," kata nenek Zhao.

2.The Over-Sized Fingers [CHINA]

Liu Hau dari Jiangsu. Sejak lahir, tangan Hau sudah aneh, ia memiliki ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah, yang aneh. Tumbuh membesar tidak proporsional. Kondisi ini disebut macrodactyly. Pada 2007 lalu ia menjalani operasi rekonstruksi tangannya di rumah sakit shanghai. Dari operasi pembedahan itu dokter mengangkat 5.1kg daging & tulang.


3. The Tree-Trunk Leg [CHINA]

Chen Zongtao benar benar tidak dapat jongkok karena kakinya yang berbobot 150 pon. Pertumbuhan daging tak wajar ini dialami sejak ia masih kanak kanak yang terus berkembang akhirnya seluruh kaki kanannya mengalami itu. Akibatnya,Chen tak dapat bangun, ia hanya bisa melewati waktunya di tempat tidur. Dokter mengatakan bahwa dia menderita neurofibroma, semacam tumor jinak. Tidak diketahui apa tindakan selanjutnya pada Chen, apakah ia akan dioperasi atau tidak.


4.The Chinese Elephant Man [CHINA]

Kondisi dan foto-fotonya yang aneh tersebar ke seluruh dunia dan ini sangat mengejutkan. Huang Chuncais pun kemudian populer dengan sebutan ‘Chinese Elephant Man.Tumor seberat 15 kg telah menarik kulit wajahnya sehingga berbentuk aneh. Ini membuat Huang sangat menderita, bahkan untuk makan pun dia harus bersusah payah. Berkat fotonya yang dipublikasi secara luas, ia pun mendapatkan tawaran operasi denganbebas biaya. Adalah dokter di Fuda Cancer Hospital di Guangzhou yang menawari bantuan itu. Tentu saja operasi ini tidak bisa hanya sekali, karena kondisinya kadung parah. Foto ini adalah salah satu yang diambil setelah operasi kedua, pada januari 2008. Masih belum sepenuhnya normal. Tumor yang mengelantung masih terlihat. Tapi Huang tak perlu khawatir karena pihak dokter akan mengoperasinya kembali sampai wajahnya kembali normal.


5. The Man With A Twin [INDIA]

Awalnya warga di Nagpur mencurigai kalau Sanju Bhagat yang perutnya membuncit tidak normal adalah seorang pecandu alkohol serius. Kemudian petani usia 36 tahun itu mengira, perutnya yang membesar mirip orang hamil adalah akibat tumor. Lalu dia pun ke dokter. Ternyata dokter menyatakan bahwa di dalam perutnya adalah parasit kembarannya yang berkelamin laki-laki. Itu sebabnya, nafsu makan Bhagat sangat luar biasa melampaui orang normal, padahal meski makan banyak tapi tubuhnya pun tidak gemuk. Ternyata, itu adalah pengaruh parasit kembarannya yang terus berkembang di dalam perutnya.


6. The Human Octopus [INDIA]

Laksmi Tatm, bocah yang kelahirannya menjadi sangat menggegerkan karena dia lahir dengan 4 kaki dan 4 lengan. Orang menyebut bocah ini sebagai Human Octopus atau manusia gurita. Kondisi itu terjadi karena parasit kembarannya yang masuk ke dalam dirinya sewaktu dalam kandungan. Kejadian yang menghebohkan itu sempat diartikan lain oleh masyarakat tertentu,. Mereka [percaya bahwa Laksmi adalah penjelmaan Dewi Laksmi, yakni dewi berkaki delapan yang menajdi salah satu yang dipuja dalam agama Hindu. Dua tahun kemudian, setelah Laksmi cukup besar, dokter pun melakukan pembedahan terhadap parasit di tubuhnya. Kini bocah cantik itu bisa hidup normal, hanya dengan dua tangan dan dua kaki.


7.The Tree Man [INDONESIA]


Laki-laki Pohon Indonesia yang dikenal sebagai Dede menderita karena kombinasi Human Papilloma Virus (HPV) dan kekacauan genetik. Pertumbuhan kutil yang terus menerus sudah mengambil-alih sebgaian tubuhnya. Akibatnya ia mendapat cemooh dari banyak orang, bahkan sampai kehilangan pekerjaan karenannya.. Akhirnya pertolongan pun datang, Dede yang telah memiliki dua anak ini pun menjalani operasi di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.


8.The Gigantic Face [VIETNAM]

Lai Ti Dao adalah seorang gadis kecil yang menderita penyakit tumor Schwannoma, yang awalnya hanyalah sebuah benjolan biasa di kerongkongannya. Namun benjolan ini kemudian membesar dan nyaris membunuhnya. Beruntungan pertolongan segera datang, dia diterbangkan ke Miami Amerika. Di sana dia menjalani pembedahan selama 10 jam, dan dokter mengangkat 10 pon tumor.


9.The Conehead [VIETNAM]

Nguyen Xuan Minh berumur 5 tahun ketika gambar ini dibuat. di Tu Du Hospital 2005. Kondisinya aneh, kepala memanjang ke atas, matanya menonjol. Dokter sempat bingung dengan keadaan itu. Kebanyakan orang percaya bahwa Nguyen mungkin adalah salah satu korban defoliant Jingga Agen, yang dipakai oleh angkatan perang Amerika selama perang Vietnam. Kemungkinannya adalah orangtua Nguyen terkontaminasi defoliant sehingga bocah malang inipun terlahir cacat. Dn mungkin, ia harus menjalani hal ini sepanjang hidupnya. SEjauh ini tidak ada kabar apakah Nguyen mendapat pertolongan dengan kondisinya ini.


10.The Stunted Fingers [VIETNAM]

Le Thi Hoa juga diduga mengalami kecacatan akibat Jingga Agen. Dia dilahirkan dengan jari terhambat; itu, tetapi, tidak menghentikannya dari tulisan dengan ‘excellent keahlian menulis indah. Menyedihkan, baik Le maupun Nguyen adalah dua dari ratusan ribu korban yang harus mengalami efek Jingga Agen yang bertahan lama dan menurun pada generasi berikutnya

Bung Karno

Mari Mengutip Kata-kata Mutiara Dari Seorang Bung Karno



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPIZKuZdYGWJYq-Qbvhq5TbnTxciYzRR3qJeefIsFPo8vsVHr-R4BE8A36WFnaMJTV3PFdm24Ni7qSUw5AH-oStlWjj59K1ibbouK_1aA8vz6RkMmFtv3dRNrecKvTi1iAWYcLM6IO6zw7/s1600/karno-43.jpg

1. "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" .

2. "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya". (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno).

3. "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."

4. "Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun".

5. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961).

6. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

7. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka." (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

8. "……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……" (Bung Karno).

9. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali ". (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).

10. "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat." (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).

11. "Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : "Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim". "Tuhan tidak merubah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya" (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).

12. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang." (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).

13. "Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong" (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).

14. "Aku Lebih suka lukisan Samudra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, "Kadyo siniram wayu sewindu lawase" (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).

15. "Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali." ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)