محمد نور توفيق

محمد نور توفيق
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُYAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU" Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. http://shohibulummah.blogspot.com/ facebook : muhammadnurtaufiq@rocketmail.

Jumat, 01 Oktober 2010

HAJI

 Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji in

Definisi

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. [1] Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. [2]

  Latar belakang ibadah haji

Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. [2] Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.

  Jenis ibadah haji

Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.
Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Diantara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.[3][1]
Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.[1]
  • Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
  • Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
  • Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.

  Kegiatan ibadah haji


Rute yang dilalui oleh jamaah dalam ibadah haji
Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
  • Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  • 8 Dzulhijjah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
  • 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
  • 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
  • 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  • 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  • Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).

  Lokasi utama dalam ibadah haji

  Makkah Al Mukaromah

Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.

[sunting] Arafah

Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

Muzdalifah

Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.

  Mina

Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.

  Madinah

Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam masjid ini.

  Tempat bersejarah

Berkiut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya[4]:

  Jabal Nur dan Gua Hira

Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.

  Jabal Tsur

Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah.

Jabal Rahmah

Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam as dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad saw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

[sunting] Jabal Uhud

Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad saw. Kecintaan Rasulullah saw pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.

  Makam Baqi'

Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisan [5]

Masjid Qiblatain

Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan salat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad saw melakukan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat salat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.

ASMAUL HUSNA (Arti Bahasa Jawa)

Asmaaulhusna (Arab أسماء الله الحسنى alihaksara: Asma’ Allah al-Ḥusná), ing agama Islam, tegesé sangang puluh sanga (99) asmaning Gusti Allah SWT sing becik dhéwé. Wiwit mbiyèn para ngulama wis akeh mbahas lan nafsiraké asmaaulhusna iki. Sanadyan metu akèh pamikiran sing séjé-séjé prakara cacah asma iki, ana sing ngarani 132, 200, malahan 1.000 asma, nanging miturut kabèh, sing wigati dhéwé iku hakikat Dat Allah SWT sing kudhu dingertèni déning wong-wong Islam.
Asmaaulhusna iku tegesé asma-asma Gusti Allah sing becik lan agung miturut sifat-sifat Allah. Asma-asma Gusti Allah sing Agung lan mulya iku sawijining Katunggalan sing manunggal ing kaagungan lan kahébatan Gusti Allah, sing mangripta lan ngopèni saisining jagat raya.
Para ngulama nduwé panemu yèn kabeneran iku ana konsistènsi marang kabeneran liyané. Kanthi cara iki, wong muslim ora bakal gampang nulis “Allah iku …” amarga ora ana sing bisa nandhingi Allah. Pirembugan sabanjuré iku amung olah pikir manungsa kang winates. Kabèh tembung sing rumaket ing Allah kudu dimangertèni bèdané karo panggoné tembung sing lumrah digunaaké.
Para ngulama nandhesaké yèn Allah iku Pangripta lan Panguwasa alam kang fana. Samubarang kabeneran iku tuhu amung ana (lan gumantung) marang Panjenengané. Kanthi mangkono, Allah iku Maha Tan Ginapé, ananging uga Allah iku Maha Cedhak. Allah Maka Kuwasa, nanging uga Allah iku Maha Mirah lan Maha Asih. Sipat-sipat Allah kang kajarwaaké kanthi Asmaul Husna yaiku jeneng-jeneng kang becik.

Bab lan Paragraf

[delikna]

Dalil

Ing ngisor iki katedhak dalil ing Al-Qur'an lan Hadits prakawis asmaaulhusna:
  • "Panjenenganipun Allah, mboten wonten sesembahan/Ilah (ingkang gadhah hak dipun sembah) kejawi Panjenenganipun, Panjenenganipun gadhah asmaaulhusna (asma-asma ingkang saé)."[1]
  • Sesoraa: "Sesoraa Allah utawa soraa Ar-Rahman. Kanthi asma apa baé sliramu pocap, Panjenenganipun nduwèni asmaulhusna (jeneng-jeneng sing paling apik) lan ajaa sliramu nyeroaké swaramu ing sholatmu lan ajaa uga nglirihaké lan golèka dalan tengah ing antara kaloroné iku"[2]
  • Nabi saw. sabda: "Allah iku kagungan sangangpuluh sanga asma ingkang becik. Sapa waé sing bisa ngapalaké, mula dhèwèké bakal mlebu surga. Sejatiné Allah iku ganjil lan Panjenenganipun suka marang sing ganjil."[3]

Asmaaulhusna

No. Asma Basa Arab Jawa
1 Al Rahman الرحمن Maha Mirah
2 Ar Rahiim الرحيم Maha Asih
3 Al Malik الملك Maha Kuwasa, Maha Raja
4 Al Quddus القدوس Maha Suci
5 As Salaam السلام Maha Paring Kasantosan
6 Al Mu`min المؤمن Ingkang nJagi Rasa Aman
7 Al Muhaimin المهيمن Maha Panjaga
8 Al `Aziiz العزيز Maha Gagah
9 Al Jabbar الجبار Maha Prakosa
10 Al Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Ingkang Kagungan Kaagengan
11 Al Khaliq الخالق Maha Pangripta
12 Al Baari` البارئ Ingkang Anglepasaken (ndamel, Mujudaken, Ngimbangaken)
13 Al Mushawwir المصور Ingkang Damel Rupa (makhluk-Ipun)
14 Al Ghaffaar الغفار Maha Pangampura
15 Al Qahhaar القهار Maha Meksa
16 Al Wahhaab الوهاب Maha Pamaring Pandum
17 Ar Razzaaq الرزاق Maha Pamaring Rejeki
18 Al Fattaah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Maha Pirsa (gadhah Èlmu)
20 Al Qaabidh القابض Ingkang nyupetaken (makhluk)
21 Al Baasith الباسط Yang njembaraken (makhluk)
22 Al Khaafidh الخافض Ingkang ngasoraken (makhluk)
23 Ar Raafi` الرافع Ingkang nginggilaken (makhluk)
24 Al Mu`izz المعز Ingkang mulyakaken (makhluk)
25 Al Mudzil المذل Ingkang ngrèmèhaken (makhluk)
26 Al Samii` السميع Maha Mireng
27 Al Bashiir البصير Maha Mirsani
28 Al Hakam الحكم Maha Netepaken
29 Al `Adl العدل Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Maha Alus
31 Al Khabiir الخبير Maha Pirsa wewadi
32 Al Haliim الحليم Maha Panyantun
33 Al `Azhiim العظيم Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Maha Pangampun
35 As Syakuur الشكور Maha Pamales Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Maha Inggil
37 Al Kabiir الكبير Maha Ageng
38 Al Hafizh الحفيظ Maha Anjagi
39 Al Muqiit المقيت Maha Maringi Kacukupan
40 Al Hasiib الحسيب Maha Ndamel Prétangan
41 Al Jaliil الجليل Maha Mulya
42 Al Kariim الكريم Maha Pamirah
43 Ar Raqiib الرقيب Maha Ngawasi
44 Al Mujiib المجيب Maha Ngabulaken
45 Al Waasi` الواسع Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Maka Wicaksana
47 Al Waduud الودود Maha Tresna
48 Al Majiid المجيد Maha Mulya
49 Al Baa`its الباعث Maha Mbangkitaken
50 As Syahiid الشهيد Maha Nyeksèni
51 Al Haqq الحق Maha Leres
52 Al Wakiil الوكيل Maha Ngreksa
53 Al Qawiyyu القوى Maha Kiat
54 Al Matiin المتين Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Maha Nayungi
56 Al Hamiid الحميد Maha Pinuji
57 Al Mushii المحصى Maha Ngétang
58 Al Mubdi` المبدئ Maha Miwiti
59 Al Mu`iid المعيد Maha Mangsulaken Kagesangan
60 Al Muhyii المحيى Maha Nggesangaken
61 Al Mumiitu المميت Maha Merjaya
62 Al Hayyu الحي Maha Gesang
63 Al Qayyuum القيوم Maha Mandhiri
64 Al Waajid الواجد Maha Panemu
65 Al Maajid الماجد Maha Mulya
66 Al Wahiid الواحد Maha Esa
67 Al Ahad الاحد Maha Esa
68 As Shamad الصمد Maha Dipunbetahaken, panggénan Nyenyuwun
69 Al Qaadir القادر Maha Nemtokaken, Maha Nyeibangaken
70 Al Muqtadir المقتدر Maha Kuwaos
71 Al Muqaddim المقدم Maha Ngrumiyini
72 Al Mu`akkhir المؤخر Maha Mungkasi
73 Al Awwal الأول Maha Wiwitan
74 Al Aakhir الأخر Maha Pungkasan
75 Az Zhaahir الظاهر Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Maha Mrintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Maha Inggil
79 Al Barri البر Maha Panderma
80 At Tawwaab التواب Maha Panampi Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Maha Panyiksa
82 Al Afuww العفو Maha Pangapunten
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Maha Welas
84 Malikul Mulk مالك الملك Panguwaos Karajan (Jagad)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Ingkang Kagungan Kabesaran lan Kamulyan
86 Al Muqsith المقسط Maha Adil
87 Al Jamii` الجامع Maha Ngempalaken
88 Al Ghaniyy الغنى Maha Cekap
89 Al Mughnii المغنى Ingkang nyekapaken
90 Al Maani المانع Maha Nyegah
91 Ad Dhaar الضار Maha Memberi Derita
92 An Nafii` النافع Maha Maringi Manfaat
93 An Nuur النور Maha Cahya
94 Al Haadii الهادئ Maha Pamaring Pitedah
95 Al Baadii البديع Maha Pancipta
96 Al Baaqii الباقي Maha Lestari
97 Al Waarits الوارث Maha Pawaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Maha Pandhita
99 As Shabuur الصبور Maha Sabar
Tembung tauhid iku asalé saka basa arab توحيد ateges nyawijèkaké. Ana ing bab aqidah Islam tauhid duwèni teges nyawijèkaké Allah ana ing sak kabèhé lelaku ngibadah. Para Ulama mbagi tauhid dadi telung werna yaiku : tauhid rububuyah, tauhid uluhiyah lan tauhid asma wa sifat

Tauhid Rububuyah

Tauhid rububiyah yaiku angimani bilih Allah iku siji-sijiné rabb ingkang nduwèni, nggawé lan ngatur jagad lan sak isiné. Kaya kasebut ing Al-Qur'an Az-Zumar ayat 62  : Allah sing nggawé sak kabèhé lan panjenengané sing ngopèni sak kabèhé

Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah yaiku angimani bilih Allah iku siji-sijiné sing bener kanggo disembah.

Tauhid Asma wa Sifat

Tauhid asma wa sifat yaiku angimani bilih Allah nduwèni asma lan sipat apik (Asmaaulhusna)sing sak patrapé kaliyan keangunganipun Allah.

Lembut Hati

Sebab turunnya ayat ke 159 surat Ali Imran adalah seusai terjadi Perang Uhud, dimana pasukan musyrik Quraisy yang memutar jalan berhasil memukul pasukan panah Islam yang turun dari bukit Uhud untuk mengambil harta “ghanimah” (rampasan perang).
Pasukan Islam mengira bahwa pasukan Quraisy telah kalah dan peperangan telah benar-benar usai. Akibat kekeliruan ini banyak sahabat yang gugur, termasuk Hamzah paman Nabi SAW.
Melihat kekeliruan yang dilakukan para sahabat, tidak membuat Nabi SAW marah dan kesal. Karena Allah SWT telah melembutkan hatinya sebagaimana dengan firman-Nya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.. ” (QS. Ali Imran: 159).
Sifat lembut hati merupakan salah satu akhlak mulia dari Nabi S AW seperti yang dikatakan Abdullah bin Umar: “Sesungguhnya, saya menemukan sifat Rasulullah SAW dalam kitab-kitab terdahulu itu demikian : Sesungguhnya tutur katanya tidak kasar, hatinya tidak keras, tidak suka berteriak-teriak dipasar-pasar, dan tidak suka membalas kejahatan orang dengan kejahatan lagi, namun dia memaafkan dan mengampuninya. ” (Tafsir Ibnu Katsir II, hl.608)

Pangkal Kesabaran

Kelembutan hati Nabi SAW tidak hanya ditujukan kepada para sahabat yang telah paham dengan aturan agama, namun kepada orang awam yang belum memahami aturan agama pun beliau bersikap lembut dan santun.
Suatu hari ketika beberapa sahabat sedang khusyuk mendengarkan nasihat Nabi SAW di masjid Nabawi, tiba-tiba seorang Arab Badui masuk masjid dan tanpa basa-basi dia langsung buang air kecil di salah satu pojok masjid. Para sahabat yang melihatnya terkejut dan segera berdiri untuk memukul orang itu dan mengusirnya.
Melihat hal ini Nabi SAW segera mencegah tindakan para sahabat. Para sahabat pun lalu membiarkan Arab Badui tadi menuntaskan buang hajatnya. Setelah benar-benar selesai, Nabi SAW memerintahkan seorang sahabat mengambil seember air untuk mengguyur tempat Arab Badui buang hajatnya.
Tanpa rasa marah dan kesal Nabi SAW menghampiri orang itu dan mengatakan: “Sesungguhnya masjid itu tidak layak dikencingi dan dikotori. Sesungguhnya masjid itu tempat untuk shalat, berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an” (HR. Muslim).
Nabi SAW memahami ketidak-tahuan si Arab Badui tersebut, sehingga kelembutan hati beliau bisa mengalahkan amarah beliau. Kalau hal itu terjadi di saat sekarang, mungkin si Arab Badui itu telah babak belur di “Vermak” oleh para jamaah masjid.
Sifat lembut hati, santun, ramah dan tidak cepat marah tidak hanya akan membuat manusia menaruh simpati kepada kita, tetapi Allah SWT-pun mencintainya. “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan Mencintai kelembutan ” (HR.Muslim).
Dengan modal kelembutan hati, seorang da’i pasti dengan mudah menarik simpati orang, seorang suami pasti disayang oleh keluarga dan jika seorang pemimpin pasti dicintai rakyatnya.
Rasa sakinah pun akan hadir dalam keluarga ketika kelembutan dan sikap santun menjadi perhiasannya. Nabi SAW bersabda: “Apabila Allah Azza wa Jalla menghendaki kebaikan suatu keluarga, Allah akan memasukkan kelembutan atas mereka ” (HR. Ahmad).

Kesaksian Sahabat

Dan ini telah dicontohkan oleh Nabi SAW dengan sikap beliau yang lembut, tidak pernah marah kepada pembantu rumah tangganya. Anas bin Malik, sebagaimana diriwayatkan Imam Mulim, Anas bin Malik berkata: “Aku menjadi pembantu Rasulullah selama sepuluh tahun. Belum pemah beliau berkata kasar kepadaku. Dan selama sepuluh tahun itu belum pernah beliau berkata kepadaku: ‘Mengapa kamu melakukan ini?’ Dan belum pernah beliau berkata: ‘Mengapa kau tidak lakukan sesuatu sepeninggalku?’ “.
Sepuluh tahun bukanlah sebentar dan selama itu Anas bin Malik belum pernah sekalipun dimarahi Nabi SAW. Coba bandingkan dengan keadaan sekarang, pembantu dianggap sebagai orang kecil yang bisa diperlakukan semena-mena oleh sang majikan, bahkan sudah tidak “dimanusiakan” lagi.
Sudah menjadi berita sebari-hari tentang perlakuan kasar majikan terhadap PRT (pembantu rumah tangga) mulai dari dipukuli sampai kehilangan nyawa akibat disiksa oleh majikan.
Inilah akibat tidak adanya kelembutan hati di dalam diri seseorang, sehingga rasa kesal, rasa marah mudah terlampiaskan, tidak terkontrol lagi dan di saat seperti itulah syetan dengan mudah memprovokasi untuk melakukan perbuatan yang tidak manusiawi.
Sikap lembut hati disertai rasa empati Nabi SAW kepada pembantunya tersirat pula dalam doa beliau, ketika Ibu Anas bin Malik memohon agar Nabi SAW mau mendoakan anaknya. Doa Nabi SAW : “Ya Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak. Dan berkatilah atas apa yang Engkau beri “ (HR.Bukhari).
Marilah mulai dari sekarang kita semai benih kelembutan hati dalam diri kita. Cobalah untuk mengendalikan diri kita sendiri dari sikap keras hati, gampang kesal atau marah dan berlaku kasar terhadap orang lain. Sikap santun dan lembut hati Nabi SAW perlu kita teladani, agar semua urusan kita menjadi mudah, indah dan membawa berkah di dunia dan akhirat.

Dunia

Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang tidur-tiduran di rumahnya melepas lelah. Beliau berbaring di atas tempat tidurnya yang terbuat dari pelepah, pohon kurma yang dianyam. Tiba-tiba seorang sahabat beliau yang bernama Ibnu Mas’ud datang berkunjung. Setelah mengucapkan salam dan Rasulullah menjawab salamnya, Ibnu Mas’ud pun masuk menemui Rasulullah.
Oleh karena saat kedatangan Ibnu Mas’ud tersebutRasulullah Saw tidak mengenakan baju, maka Ibnu Mas’ud sempat melihat guratan merah dibadan Rasulullah karena berbaring di atas ranjang yang terbuat dari pelepah kurma.
Melihat kondisi Rasulullah yang demikian itu, Ibnu Mas’ud tak mampu menahan kesedihannya, air matanya pun mengalir deras membasahi pipi. Tidak tahu apa yang terlintas saat itu dipikiran Ibnu Mas’ud, boleh jadi dia tidak tega melihat seorang utusan Allah, yang dimuliakan Allah, mencintai dan dicintai oleh banyak pengikutnya, seorang pemimpin, seorang panglima di medan perang, yang boleh dibilang sama bahkan ‘lebih besar’ dari raja-raja atau penguasa-penguasa yang pemah ditaklukkan beliau, tetapi tempat tidurnya saja tidak menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang ‘besar’, sampai-sampai meninggalkan bekas dibadannya. Mungkin perasaan itu yang membuat Ibnu Mas’ud sangat sedih.
Dalam kesedihan itu, Ibnu Mas’ud mencoba untuk menawarkan Rasulullah sesuatu yang menurutnya dapat membuat Rasulullah Saw tidur dan beristirahat dengan layak. “Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkan tempat tidur dan kasur untukmu wahai Rasulullah?“.
Mendengar permintaan Ibnu Mas’ud tersebut, Rasulullah pun menj awab, jawaban yang mungkin tidak diduga oleh Ibnu Mas’ ud. “Maa lii wa lid-dunya (Apa urusanku dengan dunia?)“, dan Rasulullah melanjutkan jawabannya, “Perumpamaan hidupku di dunia ini tak lebih bagai seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh yang tengah berteduh di bawah sebuah pohon yang rindang, setelah beberapa saat berteduh, ia pun kembali melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan pohon tersebut“. (HR. At-Turmudzi)
Jawaban ini kiranya membuat Ibnu Mas’ud bertambah haru, sekaligus tersadar betapa dunia ini hakikatnya hanyalah tempat berteduh sesaat yang kemudian kita akan kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkannya.
Mungkin setiap orang yang memiliki akal sehat, ketika dibacakan kepadanya hadits ini pastilah ia bisa mengerti dan faham maksudnya, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, dunia hanyalah sebagai tempat transit untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan terakhir.
Pemahaman seperti ini tidaklah salah, tetapi mencukupkan pemahamannya sampai di situ tidaklah tepat. Dapat kita ambil sebuah ilustrasi. Sekelompok pelajar akan melakukan perjalanan dari pulau Jawa ke pulau Sumatera guna mengikuti ujian kelulusan. Karena perjalanan ditempuh melalui jalur darat, maka di perjalanan para pelajar diperkenankan untuk mampir disebuah penginapan selama 5 jam untuk beristirahat sekaligus membahas beberapa contoh soal yang akan diujikan nanti setibanya di tempat tujuan di pulau Sumatera.
Setelah sekian jam menempuhperjalanan yang cukup melelahkan, tibalah para pelajar di sebuah penginapan yang direncanakan untuk mempersiapkan diri sebelummelanjutkan perj alanan. Para pelaj ar semuanya sudah tahu bahwa mereka hanya mempunyai waktu 5 jam di persinggahan itu. Tetapi tidak semua mahasiswa mempunyai sikap yang sama, ketika mengetahui bahwa mereka hanya 5 jam di persinggahan tersebut.
Diantara mereka ada yang merasa bahwa waktu 5 jam itu sangatlah sedikit untuk melakukan persiapan, sehingga dia harus memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukanpersiapan ujian kelulusan, semua contoh soal yang diberikan diusahakannya dapat dibahas seluruhnya dan ditambah sedikit tidur untuk mengumpulkan energi.
Tetapi, ada sekelompok pelajar yang memanfaatkan waktu yang ada hanya untuk beristirahat, ditambah sedikit melihat-lihat soal yang akan diujikan, “mumpung diberi waktu istirahat”, kata mereka.
Tetapi ada juga sebagian pelajar yang terlena, mereka tahu bahwa waktu 5 jam itu bukanlah waktu yang lama, tetapi mereka asyik bermain dan bercanda, tidur-tiduran sambil berkhayal dan berandai-andai kalau nanti saya lulus, “mumpung diberi kesempatan untuk mampir di hotel”, dan mereka sama sekali tidak melakukan persiapan untuk perjalanan selanjutnya.
Akhirnya, apa yang terjadi dengan hasil ujian, pastilah mereka yang pada saat di tempat persinggahan melaku-kan persiapan dengan baik, meraih nilai terbaik alias lulus dan bergembira. Dan mereka yang terlena sebelumnya meraih nilai terburuk alias bersedih.
Mengetahui bahwa di dunia ini kita hanya sementara adalah penting, tetapi mengetahui apa yang harus dilakukan di dunia yang hanya sementara jauh lebih penting.

IKHLAS Mengundang Kemudahan HIDUP

Dengan tersenyum, seorang pria yang tinggal di sebuah kompleks perumahan di Jakarta merelakan dan mengikhlaskan perasaanya begitu mendengar kabar sebuah mobilnya telah hilang dicuri. Dampaknya, ia justru mendapatkan ganti dua buahh mobil dan semuanya baru!

Dengan keikhlasan pemiliknya, sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, yang disantroni kelompok pencuri selamat dari aksi penjarahan. Para pencuri tidak mengambil satupun barang yang ada di dalam rumah meski mereka sudah melihat bahkan memegangnya!

 Seorang karyawati putus asa karena mendapatkan dua kali surat peringatan akibat target penjualan perusahaannya di Bekasi, Jawa Barat, sebesar Rp 1,5 milyar tidak pernah terkejar. Setelah ia ikhlaskan hatinya, keajaiban pun datang. Hingga setahun kemudian, ia berhasil memberi pemasukan ke perusahaan sebesar Rp. 80 milyar. Ia tak jadi dipecat dan justru dihadiahi berbagai bonus, seperti sebuah rumah, dua kali berangkat umrah, dan melanjutkan sekolah ke S2!

Ketiga kisah tersebut tidaklah mengada-ada. Semuanya merupakan kisah nyata yang dialami orang-orang yang telah menerapkan ’i|mu’ ikhlas dalam kehidupannya, ilmu yang sesungguhnya sudah diajarkan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Tentu kita tidak asing dengan saran seorang teman atau saudara ketika kita tertimpa masalah dengan melontarkan kalimat, “Sudah|ah, ikhlaskan saja .... ”

Kalau mau digali, sebenarnya kalimat itu bermakna sangat dalam. "Ketika masalah mendatangi kita dan kita bersedia mengikhlaskan perasaan kita terhadap masalah tersebut, maka Tuhan akan memberikan solusi untuk kita," kata Erbe Sentanu, pendiri Katahati Institute, lembaga pengembangan diri di Jakarta. Dan kalau Tuhan memberikan solusi, kata Erbe, maka solusinya bisa datang secara tidak terduga, atau dengan kata Iain, ajaib. Inilah yang terjadi dalam ketiga c0nt0h kasus di awal tulisan ini.

Erbe menegaskan, jalan keluar atau kemudahan tersebut memang sudah dijaminkan oleh Tuhan yang Dia tuangkan di sebuah surat dalam Alquran yang kira-kira berbunyi,“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. 65:2-4)

Ikhlas sendiri, bagi Erbe, memiliki arti keterampilan menyerahkan segala urusan kehidupan kepada Tuhan berlandaskan keyakinan dan kepasrahan atas kekuatan-Nya. Seperti saat kita mau menumpang pesawat terbang karena kita yakin bahwa sang pilot (yang tidak pernah kita lihat) akan mengantarkan kita selamat sampai ke tujuan. Sayang, di zaman yang serba cepat dan penuh kompetisi ini, keterampilan tersebut sudah terpinggirkan. Akibatnya, selain semakin banyaknya manusia stres, krisis demi krisis terus terjadi.

KEAJAIBAN IKHLAS ITU ILMIAH
Bagi kita, bangsa Indonesia, ikhlas bukanlah merupakan hal yang baru. Menurut Erbe, ini karena ikhlas sudah merupakan fitrah manusia sejak dilahirkan di dunia. Dan nenek moyang kita tahu itu sehingga muncullah ajaran-ajaran untuk selalu ikhlas. R.M.P. Sosrokartono, kakak kandung RA Kartini, misalnya, terkenal dengan salah satu ajarannya, trimah mawi pasrah (menerima dengan pasrah), yang mencakup “ikhlas terhadap apa yang terjadi, nlenerima apa yang dijalani, dan pasrah terhadap apa yang akan ada."

First Lady pertama RI, Fatmawati Soekarno, sewaktu menunaikan ibadah ke Tanah Suci untuk terakhir kalinya, pergi bertiga dengan istri-istri musuh politik Bung Karno. Ketika akhirnya meninggal di Malaysia pun, ia ditunggui mereka bertiga. Menariknya, ketika Bung Karno meninggal, yang menyalatkan jenazahnya adalah Buya Hamka, orang yang pernah dijebloskannya ke dalam penjara. Kita bisa menarik pelajaran bagaimana konflik bisa terselesaikan dengan manis melalui keikhlasan hati yang ditunjukkan semuapihak yang memiliki hati yang besar.

Kalau benar-benar kita amati, selain ikhlas, keajaiban atau kejadian yang sulit dipercaya, juga bukan hal yang aneh. Sebetulnya kita sering atau pernah mengalami. Dan jika diperhatikan, keajaiban tersebut biasanya terjadi saat kita sudah menyerah kepada keadaan. Ini karena ketika kita menyerah, biasanya kita memasrahkan semuanya kepada Tuhan dan ikhlas apa pun yang terjadi. "Maka, saat itulah Tuhan memberikan solusinya secara tidak diduga-duga seperti yang Dia janjikan," kata Erbe.

Sesungguhnya, tandas Chief Facilitator berbagai pelatihan teknologi spiritual ini, ikhlas dan keajaiban itu adalah sebuah mekanisme alamiah yang ilmiah. llmu Fisika Kuantum menjelaskan bahwa semua benda di alam semesta ini, baik yang tampak mau-pun yang tidak, bahan bakunya sama, berupa vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran yang hidup yang disebut quanta. Kalau dilihat melalui mikroskop nuklir, benda-benda padat yang ada di sekeliling kita sama sekali tidak terlihat padat, tapi hanya berupa rongga berisi getaran quanta.

Salah satu hukum Fisika Kuantum juga menyebutkan bahwa tingkah Iaku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya itu sangat tergantung dari niat penelitinya. Ini bisa berarti bahwa semua benda yang Anda Iihat merupakan susunan energi quanta yang tercipta oleh kerja pikiran dan perasaan kita sendiri.

Hal itu sesuai dengan hukum semesta, Law ofAttraction, yang menyebutkan, setiap energi akan menarik energi yang sejenis. Dan karena pikiran dan perasaan itu bahan dasarnya adalah juga quanta, maka keduanya akan menarik apa yang kita pikirkan atau rasakan.

Ini pula yang terjadi ketika seseorang sedang mengikhlaskan perasaan nya terhadap masalah yang tengah dihadapinya. Ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaannya dengan kehendak Ilahi di level kuantum untuk menarik apa yang ia inginkan tersebut. “Maka, solusi yang kemudian hadir itu sebenarnya karena ‘kita undang’, bukan tanpa sebab apalagi ajalb," jelas penulis buku Iaris Quantum lkhlas dan The Science and Miracle of Zona lkhlas ini.

Tentu saja, Erbe melanjutkan, “keajaiban" itu akan hadir kalau kita mampu menciptakan kondisi ikhlas di hati kita dengan cara mengakses zona ikhlas yang ada di dalamnya. Zona ikhlas ini adalah wilayah di dalam hati yang bersifat kuantum yang diyakini para ilmuwan sebagai sumber , segala hal yang dibutuhkan umat manusia. Dalam ilmu pengetahuan, zona ini disebut dengan berbagai nama, seperti Zero Point Field, The Field, Divine Matrix, atau Unified Field.

Lynne McTaggart, peneliti yang menulis buku The Intention Experiment, menyebutkan adanya ruang kosong di alam kuantum di mana semua energi dilahirkan. Ia menamakan nya, Zero Point Field.

Sama dengan Lynne, Gregg Braden dalam bukunya, Divine Matrix, menunjukkan bahwa di dalam Matrix Ilahi itu tersimpan blue print semua ciptaan dalam bentuk ‘benih’ segala kemungkinan yang belum mewujud — balk maupun yang buruk, tergantung pikiran, perasaan, atau niat kita. Jadi, Erbe menegaskan, Zero Point Field, Divine Matrix, atau Zona Ikhlas inilah yang perlu kita akses dan olah dengan pikiran, perasaan, dan doa-doa yang positif untuk membuat perubahan di dalam kehidupan.

MENGAKSES ZONA IKHLAS
Untuk memasuki Kona Ikhlas, Erbe menyarankan brainwave management atau pengaturan gelombang otak agar mendapatkan gelombang yang sesuai dengan gelombang di Zona Ikhlas tersebut. Bila dlrekam dengan alat perekam gelombang otak, EEG (elektroensefalogram), otak terlihat memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Gelombang tersebut dibagi menjadi:
  • Beta (14—i0oHz): kita berada dalam kondisi sadar penuh, konsentrasi, otak didominasi logika.
  • Alpha (8-13,9Hz): kondlsl relaks, lstlrahat, nyaman, medltatli bahagla.
  • Theta (4—;9Hz): kondlsl medltatif yang leblh dalam, khusyuk, domlnasl lntuisl.
  • Delta (o,1—3,9Hz): kondlsl tldur lelap tanpa mimpl, tldak sadar; tidak merasakan punya badan.
Dari keempat gelombang otak tersbut, Alpha dan Theta merupakan plntu masuk ke bawah sadar (dunia kuantum) dI mana Zona Ikhlas Itu terletak. Untuk mencapal gelombang Alpha dan Theta, Erbe menjelaskan, maka otak perlu dllstirahatkan dengan cara relaksasl atau medltasi. Caranya, dengan menstimulir panca Indra kIta. Untuk Indra peraba, blsa dilakukan pemIjatan, sedangkan untuk Indra penglihatan klta melakukannya dengan melihat dan menikmati keindahan. Sementra untuk Indra pengecapan, blsa dilakukan dengan berpuasa, Indra pencluman blsa di Iakukan dengan aromaterapi, serta Indra pendengaran, klta blsa melakukannya dengan mendengarkan Irama alam atau metode terapl musik.

Begitu klta merasakan relaks, nyaman, dan perasaamperasaan  posItIf Ialnnya, Itu artlnya otak kIta. sedang dlpenuhl gelombang Alpha. Inllah saat yang tepat bagi kita untuk memberslhkan piklran dan perasaan  negatif, trauma atau memorl yang tersimpan di bawah sadar dan menggantlkannya dengan semua hal yang posltlf sehingga tercapallah kondisl ikhlas itu.

Tanda-tanda kelkhlasan Itu adalah kalau klta sudah mampu mengubah perasaan negative tersebut menjadl perasaan nyaman, damal, clnta, syukur dan bahagla. Bralnwave management juga blsa dllakukan dengan menggunakan teknologi terkini, yaItu audio bralnwave, yang kinl sudah mu|aI banyak dlgunakan dI Indonesia. Ini adalah teknologi digital yang dapat memudahkan penggunanya memasuki gelombang Alpha atau Theta secara otomatis melalul suara atau musik. Suara atau muslk itu direkam dalam sebuah compact dlsc (CD) dan dIsIsIpI frekuensl tertentu yang akan melakukan slnkronisasl dengan gelombang otak penggunanya sehlngga tercapallah kondlsi relaks atau medltatif yang dIIngInkan. “JIka menerapkan Ikhlas sudah menjadi suatu keblasaan, maka jangan heran jlka hasll akhlrnya adalah hldup yang tldak hanya penuh kedamaian dan kasih sayang, tapI juga kemudahan dan berbagal keajaIban,” ujar Erbe. Sungguh menyenangkan. Mau?
Oleh Wahyu hidayat :: Readers Digest Indonesia

73 Manfaat Dzikir Bagi Manusia

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup.
Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yaitu:
  1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
  2. Membuat Allah ridah.
  3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
  4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
  5. Menguatkan hati dan badan.
  6. Menyinari wajah dan hati.
  7. Membuka lahan rezeki.
  8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
  9. Melahirkan kecintaan.
  10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
  11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
  12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
  13. Pembuka semua pintu ilmu.
  14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
  15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
  16. Menghidupkan hati.
  17. Menjadi makanan hati dan ruh.
  18. Membersihkan hati dari kotoran.
  19. Membersihkan dosa.
  20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
  21. Menolong hamba saat kesepian.
  22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
  23. Penyelamat dari azab Allah.
  24. Menghadirkan ketenangan.
  25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
  26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
  27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
  28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
  29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
  30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
  31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
  32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
  33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
  34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
  35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
  36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
  37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
  38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
  39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
  40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
  41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
  42. Menjadikan hati selalu terjaga.
  43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
  44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
  45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
  46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
  47. Melembutkan hati.
  48. Menjadi obat hati.
  49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
  50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
  51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
  52. Majlis dzikir adalah taman surga.
  53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
  54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
  55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
  56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
  57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
  58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
  59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
  60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
  61. Memberikan kekuatan jasad.
  62. Menolak kefakiran.
  63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
  64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
  65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
  66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
  67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
  68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
  69. Membersihkan sifat munafik.
  70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
  71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
  72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
  73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.
Sungguh luar biasa manfaatnya…. tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya….. Mari kita coba memulainya dari sekarang