محمد نور توفيق

محمد نور توفيق
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُYAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU" Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. http://shohibulummah.blogspot.com/ facebook : muhammadnurtaufiq@rocketmail.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Membedakan Ruh dengan Jiwa dan Nafs

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya sering menemukan kata-kata atau kalimat bahasa Indonesia yang tidak mampu memuat makna atau padanan kata yang sesuai dengan bahasa Arab, Inggris ataupun bahasa lainnya, sehingga sampai sekarang kita terkadang bingung dengan istilah-istilah asing yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi rancu dan aneh.

Sebagai contoh adalah kata ‘qalb’, yang diterjemahkan menjadi hati, hati kecil, hati nurani dll, seakan-akan hati itu ada beberapa macam lapisan. Padahal sebenarnya qalb itu sifat dari jiwa, sedangkan jiwa itu termasuk An nafs (badan, sosok, wujud/berwujud/ berbentuk/berupa). Disinilah orang kebanyakan keliru, yang mengartikan “An nafs” hanya sebagai jiwa, padahal badan wadag (fisik) ini pun disebut An nafs (sosok, wujud kasar/ badan kasar).

Roh adalah rahasia Tuhan yang ditiupkan kepada nafs (jiwa atau badan), roh ini menyebut dirinya AKU, yang disebut bashirah (yang mengetahui atas jiwa, qalb, fisik dll ..... lihat tafsir shafwatut Attafaasir surat Al qiyamah: 14)

Agar tidak bingung, mari kita bahas satu persatu menurut dalil qoth’i.

Apakah roh itu ??
Mengapa Allah merahasiakan Roh dan mengaitkannya dengan Roh-Nya,
dan di dalam Al qur’an termasuk kelompok ayat-ayat mutasyabihat (makna yang dirahasiakan), karena pada ayat tersebut terdapat kalimat “Roh manusia adalah Roh yang ditiupkan dari ROH-KU (Min ruuhii)” arti harfiahnya adalah Roh milik Allah. Akan tetapi para mufassir menafsirkan Roh sebagai ciptaan Allah.
Saya tidak berani menafsirkan kalimat tersebut, karena dari segi tata bahasa ayat ini termasuk kalimat mutasyabihat. Dalam kalimat itu sendiri tidak ada yang ‘menunjukkan’ bahwa Roh itu ciptaan Allah, karena itu saya tidak berani menterjemahkan kalimat ini sebab Allah sendiri melarang meraba-raba atau mereka-reka seperti apa roh itu, kecuali hanya bisa merasakan bahwa di dalam diri ini ada yang melihat (bashirah) setiap gerak-gerik jiwa dan pikiran serta perasaan kita. Dan bashirah bersifat fitrah (suci) karena ia selalu bersama dan mengikuti amr-amr (perintah) Tuhannya .

Firman Allah : “Maka apabila telah Aku menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud “ ( Al Hijr,29).

An Nafs adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau sosok yang tergambarkan, yang diciptakan dari unsur alam yaitu min sulaatin min thiin (ekstrak alam). Sedangkan Roh bukan tercipta dari unsur alam ataupun dari materi yang sama dengan Malaikat maupun Jin, sehingga mereka hingga kini tidak mengetahui dari unsur apa roh manusia diciptakan. Bahkan Allah membiarkan para Malaikat dan Syetan untuk tak berhenti berfikir (penasaran), apakah gerangan yang menyebabkan manusia memiliki kedudukan lebih tinggi dari bangsa malaikat dan syetan serta makhluk-makhluk yang lainnya.. Allah hanya berkata : Inni a’lamu maa laa ta’lamuun …Aku lebih mengetahui dari apa-apa yang kalian tidak ketahui (Al Baqaarah: 30).

Para malaikat protes atas kebijaksanaan Allah yang dianggap tidak masuk akal, dengan perasaan ragu mereka akhirnya mengungkapkan rasa penasarannya kepada Allah …ataj’alu fiiha man yufsidu fiiha wayasdikuddimaa’ wanahnu nussabbihu bihamdika wanuqaddisulaka ?? Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ??

Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ( Al Baqaarah: 30)

Rahasia roh ini dipertegas oleh Allah dalam surat Al Isra’ :85
Dan mereka bertanya kepadamu tentang Roh, katakanlah : Roh itu termasuk urusan-Ku (amr-Tuhanku) dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit .
Oleh karena itulah saya tidak berani menafsirkan, apakah Roh itu?. Apalagi menterjemahkannya sebagai Roh ciptaan-Ku. Saya akan tetap mengikuti arti lafadz aslinya yaitu Ruuhii (Roh-Ku), karena disana disebutkan kalian tidak memiliki pengetahuan tentang Roh kecuali hanya sedikit sekali.
Dalam Firman Allah : Surat Al-Qiyaman ayat 14 dikatakan : Dan roh ini memiliki sifat yang Mengetahui. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (nafs). Di dalam nafs (diri) manusia ada yang selalu tahu, yaitu Aku. Yaitu Roh manusia yang menjadi saksi atas segala apa yang dilakukan nafsinya (diri). Ia mengetahui kebohongan dirinya (nafs), kemunafikan, rasa angkuhnya dan rasa kebencian hatinya, karena itu sang roh disebut min Amri rabbi selalu mendapatkan intruksi-instruksi Tuhan-Ku.
Mengapa demikian ?, karena ia tidak pernah mengikuti kehendak nafsunya dan tidak pernah menyetujuinya tanpa kompromi sedikitpun ...itulah yang disebut fitrah yang suci, dan fitrah manusia selalu seiring dengan fitrah Allah (Surat Ar rum:30)
Jika manusia mengikuti fitrahnya , maka ia akan selalu mengikuti kehendak ilahy.

Kemudian apakah Nafs itu ??

Nafs mempunyai beberapa makna :

1. Nafs yang berkaitan dan tumpuan syahwat atau hawa (hawa berasal dari bahasa Arab yang tercantum dalam al qur’an, wanaha An nafsa ‘anil hawa …dan ia menahan dirinya (fisiknya) dari keinginannya (hawanya) (An Nazi’at :40-41). Yaitu hawanya mata, hawanya telinga, hawanya mulut, hawanya kemaluan, hawanya otak dll. Hawa-hawa atau syahwat, selalu berkecenderungan kepada asal kejadiannya yaitu sari pati tanah. dengan demikian An nafs berarti fisik (tanah yang diberi bentuk). Dia akan bergerak secara naluri mencari bahan-bahan materi asal fisiknya. Ketika kekurangan energi atau kekurangan unsur-unsur asalnya, maka ia akan segera mencari atau secara naluri ia akan berkata, saya lapar, saya haus !!
Firman Allah : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari ekstrak yang berasal dari tanah’.( Al mukminun:12)
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang berstruktur (berbentuk). Maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya Roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud “( Al Hijir: 28-29)

2. An Nafs yang berarti Jiwa,. Jiwa mempunyai beberapa sifat, nafs lawwamah (pencela), nafs muthmainnah (tenang), nafs Ammarah bissu’ (senantiasa menyuruh berbuat jahat).
Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah ….. ( Al Fajr : 27-28)
Wala uqsimu binnafsil lawwamah …( Al Qiyamah:2)
Wama ubarriu nafsii, innannafsa laammaratun bissuu’ ( Yusuf:53)
Sedangkan Qalb, artinya sifat jiwa yang berubah-ubah, tidak tetap. Terkadang ia bersifat muthmainnah, kadang juga lawwamah, atau berubah menjadi ammarah bissuu’
Watak seperti inilah yang dimaksud dengan QALB.(berbolak-balik). Jadi keliru kalau dikatakan qalb itu adalah wujud, karena dia bukan jiwa, akan tetapi merupakan sifatnya jiwa yang selalu berubah-rubah . Jiwa yang mempunyai sifat berubah-rubah inilah yang dinamakan Qalbun !! sedangkan jiwa yang selamat disebut Qalbun salim (selamat dari sifat yang berubah-rubah) (illa man atallaha biqalbin saliim ….kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat : Asy syura: 89)
An nafs (jiwa ) memiliki alat-alat, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi dan Akal, sedangkan An Nafs (fisik) memiliki alat-alat : Penglihatan (mata), Pendengaran (telinga), Perasa (lidah ) Peraba, Penciuman ( hidung ).

Selanjutnya saya akan menguraikan kitab Barnabas berikut ini :
…kemudian berkata Yesus, demi Allah pada hadirat-Nya Rohku berdiri, banyak yang sudah tertipu mengenai kehidupan kita. Karena demikian saling merapatnya antara Roh dan perasaan (telah berhubungan bersama-seperti menyatu), sehingga sebagian besar manusia ‘meng-iyakan’ Roh dan perasaan itu menjadi satu (merupakan hal yang sama), hanya terbaginya dalam penugasan, tidak dalam wujud, seperti menyebutkannya sensitive (rasa perasaan), vegetative (tubuh yang tumbuh) dan intellectual soul (Roh berfikir, cerdas akal ). Tetapi sungguh aku katakan kepadamu, roh itu adalah satu, yang berfikir dan hidup. Orang-orang dungu, dimanakah akan mereka dapatkan roh akal tanpa kehidupan? tentulah dalam keadaan ketidaksadaran, apabila rasa perasaan meninggalkannya.
Thaddeaus menjawab, O Guru, apabila rasa perasaan (sense) meninggalkan kehidupan (life) seorang manusia tidak mempunyai kehidupan.

Ayat diatas menjelaskan banyak orang tertipu mengenai kehidupan. Sesungguhnya Roh itulah yang menyebabkan orang itu hidup dan berfikir/berakal dan memiliki perasaan (sense), tubuh yang bergerak dan tumbuh. Semuanya itu karena adanya Roh. Dan Thaddeaus menyimpulkan bahwa jika manusia tidak memiliki Roh maka tidak akan ada kehidupan pada dirinya. Berarti rasa (sense) intellectual soul merupakan intrument roh .

Kemudian pada pasal 123
Ketika semua duduk, Yesus berkata lagi, ALLAH kita memperlihatkan kepada makhluk-makhluk-Nya kasih sayang-Nya dan rahmat serta Maha Kuasa-Nya, dengan Maha pemurah dan Maha Adil-Nya, membuat susunan dari empat hal berlawanan yang satu dengan yang lain, lalu menyatukannya dalam suatu tujuan akhir. Itulah manusia dan ini adalah tanah, udara, air dan api. Supaya tiap-tiap satu sama lain menenangkan pertentangannya. Dan dari empat benda ini, dia menjadikan sebuah kendi (bejana) itulah tubuh manusia, daging, tulang-tulang, darah, sum-sum dan kulit dengan saraf-saraf dan pembuluh-pembuluh darah, dan dengan semua bagian-bagian dalamnya; dalam tempat itu Allah meletakkan ROH dan rasa perasaan, laksana dua tangan dari hidup ini. Memberikan tempat kepada rasa perasaan pada setiap bagian tubuh untuk itu menebarkan dirinya disana seperti minyak. Dan kepada Roh, dia memberikan untuk tempatnya hati, yang bersatu dengan perasaan, dialah yang akan menerima seluruh kehidupan itu.

Ayat ini menerangkan penciptaan manusia seperti terdapat di dalam Al qur’an surat Al hijir 28-29 , “sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”,
Surat Al mukminun: 12 , manusia berasal dari ekstrak tanah
Surat Al hajj : 5 , manusia dari turab (berupa debu)
Surat Ar Rahman : 14 , manusia berasal dari tanah liat yang kering seperti tembikar.
Pasal 179 ,dikatakan Roh itu bersifat universal dan besarnya 1000 kali lebih besar dari seluruh bumi
Sebenarnya pasal ini hampir sama dengan keterangan saya pada bab hakikat manusia, bahwa jiwa bersifat sangat luas, dengan identitas dirinya yang dipanggil sebagai feminine karena sifatnya yang universal . Ya Ayyatun nafsul muthmainnah …wahai jiwa yang tenang ….Penggunakan Ya nida’(Ayyatuha) atas jiwa sebenarnya biasa digunakan untuk memanggil wanita, juga untuk panggilan (nida’) sesuatu yang sangat luas berdasarkan dalil kullu jam’in muannatsin …sesuatu yang bersifat universal atau luas disebut muannats (feminine). Misalnya, jannatun (syurga) samawat (langit) Al Ardh (bumi). Al jamiat (universitas / universal).

Jarang orang menyadari akan dirinya yang sebenarnya yang sangat luas. Ketidaksadaran ini telah lama menyesatkan fikiran kita yang menganggap bahwa diri kita sebatas apa yang tergambar secara kasat mata saja, padahal sebenarnya lebih dari yang ia bayangkan.

Baik manusia ataupun logam, tumbuhan, gunung dan lain-lain sebenarnya terdiri dari suatu untaian kejadian-kejadian atau proses, dimana segala alam lahir ini tersusun oleh senyawa-senyawa kimiawi yang dinamai zarrah (atom). Dan atom-atom ini dalam analisa terakhir adalah satu unit tenaga listrik, yang energi positifnya (proton) berjumlah sebanyak energi negatifnya (electron) di dalam atom ini. Dalam setiap detik terjadi loncatan dan pancaran (charge and spark) secara terus menerus ..... itulah semburan-semburan yang tidak ada hentinya dari daya listrik. Manusia tidak mampu melihat semburan atau loncatan yang tidak putus-putus dengan kecepatan yang sangat luar biasa tersebut dengan kasat mata biasa, kecuali dengan kesadaran ilmu yang cukup. Sebagaimana Al qur’an mengungkapkan tentang gunung yang dianggap oleh orang awam seperti diam tak bergerak :
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awam’ ( An naml:88)

Jadi secara fisik, manusia bersifat luas dan rohani meliputi keluasan alam semesta,

Wassalamu’alaikum Wr, Wb,
 
 
 
Abu sangkan

Abu Sangkan mengenai Abu Umamah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Asyhadu an laa ilaha illa Allah wa asy hadu anna Muhammadarrasulullah
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad

Dewasa ini saya sering tidak menanggapi ulasan-ulasan saudara sesama muslim mengenai ajaran shalat khusyu' dan karya-karya saya berupa buku-buku yang saya tulis. Terkadang terasa tidak adil dan tidak bijak, karena didalam mengulas karya-karya buku saya dibutuhkan pemikir an yang baik.

Namun saya berbesar hati didalam menanggapi hal ini, asalkan tidak menjadi sebuah permusuhan yang mengarah kepada perpecahan. Persoalan ini karena perbedaan persepsi dan pemahaman saja. Saya dapat memakluminya, karena ini terjadi akibat latar belakang ilmu dan pengalaman, serta kedewasan sebagai orang Islam. Saya sangat senang dan terbuka dengan adanya bantahan dan tanggapan, terlebih kalau dilakukan dalam forum diskusi yang diselengarakan didepan publik. Melalui cara itu, mereka akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan jelas dari sebuah pemaparan, karena bahasa tulisan terkadang kurang mewakili dari maksud yang dikandung.

Namun demikian saya tetap akan memberikan tanggapan ringan saja, buat pembaca buku-buku saya, terutama kepada saudara Abu Umamah yang dengan semangat mengecam dan menganggap sesat karya-karya saya. Saya hanya mengharap kepada Abu Umamah, tetap teguh berjuang menegakkan keadilan. Saya salut terhadap beliau, karena semangatnya dalam memurnikan ajaran Islam dengan gigih, meskipun terkadang kurang pandai mengemas dengan akhlak yang baik.

Saya sangat faham mazhab yang dianut Abu Umamah yang menyebutnya dirinya sebagai Ahli Sunnah Waljama'ah atau seorang salafi. Karena saya juga pernah belajar hal serupa sehingga saya bisa mengerti kemana arah pemikiran dan manhaj-nya. Pertentangan ini bukan hal yang baru bagi saya dan umat Islam telah mengalaminya selama berabad-abad. Ini hanya berganti generasi saja. Misinya cukup simple, yaitu memberantas TBC, yaitu tahayyul, bid'ah dan churafat (baca: khurafat).

Pertentangan ini bukan hal yang baru terjadi didunia Islam. Sejarah telah mencatat munculnya pertentangan yang terjadi di Indonesia seperti kaum Nahdhiyyin (KH Hasyim Asy 'ari) dan kelompok Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan) maupun dari Persis (A. Hasan). Persoalan yang dianggap bid'ah seperti qunnut, yasinan, tahlilan, baca barzanji, baca shalawat nabi dan lain sebagainya, adalah topik utama mereka. Namun perkembangan sekarang ketiga kelompok tersebut sudah terlihat saling menghormati setelah informasi semakin canggih.

Saya masih ingat pada waktu kecil, kaum Muhammadiyyah membid'ahkan kaum Nahdhiyyin (NU) shalat tarawih 23 rakaat, sedangkan kaum Muhammadiyyah 11 rakaat. Namun sekarang sudah tidak menjadi masalah, karena di Saudi Arabiyyah melakukan 23 rakaat. Demikian juga persoalan adzan Jum'at yang dilakukan oleh Nahdhiyyin dua kali adzan sedangkan kaum Muhammadiyyah satu kali adzan. Ternyata di Saudi Arabiyyah melakukan dua kali adzan. Padahal Nabi melakukan shalat tarawih dimasjid hanya 3 hari, selebihnya dilakukan dirumah.

Dan yang uniknya lagi, imam Masjidil Haram membaca qunnut didalam akhir Ramadhan namun diselipkan doa-doa yang tidak berasal dari Nabi, terbukti ia menyebutkan kata-kata Allahumma dammir Amerika, Israil. Padahal didalam ibadah tidak boleh menambah-nambah ibadah yang tidak diajarkan oleh Nabi. Demikian juga doa-doa dalam tawaf, tenyata banyak yang dibuat oleh para ulama', padahal tawaf adalah peribadatan yang ditetapkan sunnahnya. Dan orang-orang Saudi menggunakan alat dzikirnya meniru orang-orang Budha dan Katolik (rosario), yaitu biji tasbih made in China.

Dan mengenai penyusunan mushaf Al qur'an, awalnya para sahabat mengalami perdebatan keras, terutama Zaid sekretaris Nabi. Karena Nabi tidak memerintahkan membukukan Al qur'an yang berserakan dan tertulis di pelepah korma, kulit kambing dan lain sebagainya.
 
 
 
Tuduhan-Tuduhan Abu Umamah

Saya sangat mengenal konsep pemikiran Abu Umamah dalam melancarkan setiap tuduhan-tuduhan yang berbeda pandangan dengan dia. Saya kira dia hanya kurang faham mengenai pemaparan buku-buku saya, karena memang harus memilki ilmu pendukung untuk mampu memahami karya saya.

Didalam memahami tanggapan tulisan-tulisan saya, harus siap membuka hati dan pikiran. Dibutuhkan kejujuran dan kebersihan hati, bukan dilandasi karena emosi dan kebencian. Watawa saubil haq watawa saubish shabri ...

Walaupun saya belajar ilmu tasawuf, tapi saya bukanlah orang tasawuf. Walaupun saya belajar ilmu salafi, tetapi saya bukanlah orang salafi. Walaupun saya belajar ilmu filsafat, tetapi saya juga bukan orang filsafat. Walaupun saya belajar ilmu meditasi tetapi saya menolak meditasi. Saya hanyalah orang biasa yang menjalankan shalat lima waktu, bersyahadat, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah Haji ke Baitullah. Bagi saya ini sudah cukup dan tidak keluar dari ajaran Islam. Adapun kekurangan didalam menjalankan syariat, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya sehingga tidak ada kata berhenti untuk belajar. Termasuk saya pun mempelajari cara berfikir Abu Umamah, tapi saya tidak akan seperti Abu Umamah.

Abu Umamah menuduh Saya sebagai Pencipta Ajaran Shalat.

Hal ini jauh dari kenyataan. Seharusnya saya sudah diusir dari masjid-masjid besar kalau benar-benar saya menyimpang. Padahal saya mengadakan pelatihan shalat di adakakan di halayak ramai, bukan ditempat yang tersembunyi. Bahkan saya sudah memberikan pemaparan shalat khusyu' dihadapan MUI Banjarmasin, Singapura, Hongkong, Jepang, Malaysia, Australia, dan seluruh Indonesia. Dan alhamdulillah mereka setuju dengan konsep pengajaran yang dilandasi syariat yang kuat. Karena Abu Sangkan tidak merubah shalat yang sudah menjadi hukum mahdhah. Justru saya mengajak untuk mengahayati setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, seperti meluruskan punggung ketika ruku', berdiri tuma'ninah, sujud sempurna. Seluruh metode, saya ambil dari cara Rasulullah mengajarkan shalat kepada para sahabat . Pada waktu itu, Nabi selalu menegur langsung ketika sujudnya terlalu cepat seperti burung mematuk makanan. Semuanya saya latih diluar shalat, sebagaimana umumnya orang memiliki metode membaca Al qur'an.

Mungkin, Abu Umamah terganggu dengan istilah "meditasi", sehingga ia mengira saya memasukkan unsur meditasi dalam shalat. Padahal istilah meditasi itu bukan ajaran agama Hindu. Kata meditasi itu sendiri berasal dari bahasa Inggris, bukan bahasa India, yang berarti berdoa (praying), atau menenangkan pikiran. Sedangkan kata atau istilah berdo'a, beribadah, beriman dan lain sebagainya, telah menjadi dan digunakan oleh agama-agama lain di Indonesia. Hal ini tidak bisa dipungkiri kenyataannya.

Dari sisi marketing, buku shalat khusyu diminati orang-orang yang belum shalat, karena ada kata meditasi. Hal ini terinspirasi oleh ulama di Jawa masa Wali Songo yang mengganti kata "shalat" dengan "sembahyang", untuk menarik minat agar orang-orang Hindu ikut sembahyang (shalat) di masjid. Dan di halaman masjd, dibuat pintu masuk berupa gapura yang berasal dari kata "pura" (tempat sembahyang orang Hindu). Namun maknanya diganti menjadi ghafura dari bahasa Arab, yang berarti pengampunan (jawa: ngapura). Dan lihatlah bangunan masjid di Demak dan masjid-masid di Jawa terlihat kental dengan unsur arsitektur Hindunya.

Kata "meditasi" sama dengan kata "spiritual" yang sering dugunakan orang-orang Islam. Karena bahasa tidak bisa diklaim oleh salah satu agama saja. Sama halnya ketika anda melihat bangunan gedung pemerintahan di Kremlin yang menggunakan kubah dan menara masjid. Kalau orang tidak tahu, pasti terkecoh dikira masjid. Atau malah sebenarnya terbalik, kubah dan menara bukanlah hasil karya arsitek muslim. Karena gereja-gereja pada masa Konstantinopel sudah menggunakan kubah. Yang paling unik adalah kata "menara" ternyata berasal dari kata "naarun", yang berarti api. Sedangkan menara dulunya adalah tempat api persembahyangan kaum Majusi.

Apakah seseorang dilarang, jika sebelum shalat melatih diri untuk belajar berdiri dengan tenang ketika shalat ? Menenangkan pikiran agar tidak ngelantur kemana-mana. Padahal saat shalat, kita sedang berhadapan dengan sang Khalik. Berarti kesadaran jiwa dan pikiran harus terfokus kepada yang disembah, yaitu Allah. Sedangkan orang Budha terfokus kepada sang Bodha Gautama, orang Kristiani terfokus kepada Yesus Kristus.

Perhatian saya dalam pelatihan shalat khusyu adalah agar bagaimana hati dan pikiran selalu berhubungan dengan Allah, bukan kepada selain Allah. Termasuk melatih agar tidak mudah melamun. Kenyataan ini telah menjadi keluhan hampir seluruh masyarakat Islam. Mengapa Abu Umamah hanya mementingkan segi fisik saja, sementara ruhiyah diabaikan. Padahal Allah hanya menerima shalat seseorang dilandasi keikhlasan (mukhlishina lahu addien). Sebagaimana kisah orang Arab Badui yang mengaku beriman, ternyata baru sampai kulit luarnya saja, sehingga Allah menurunkan ayat berikut ini :

Dan orang-orang Arab Badui berkata: Kami telah beriman, katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami tunduk, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu (QS. Al Hujuraat,49: 14)

Dan sebuah hadist menegaskan :

Anta'buda ka annaka tarahu fainlam takun tarahu fa innahu yaraka
Beribadahlah seolah engkau melihat Allah, kalau engkau tidak mampu melihat Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau ( Al hadist shahih ).

Dan Allah melarang shalat seperti shalatnya orang-orang munafik, karena dilakukan dengan perasaan malas dan pikirannya tidak terfokus kepada Allah kecuali hanya sedikit. Mereka shalat karena dilandasi ingin dilihat orang lain (riya'). Perbuatan riya' dan munafik itu adanya dihati, karena ternyata orang munafik juga shalat

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah,dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali hanya sedikit (QS. An Nisa,4:142)

Abu Umamah hanya kurang peka terhadap tulisan-tulisan saya dalam menyampaikan hadist-hadist yang saya uraikan dalam bentuk praktek. Dikira saya mengarang shalat kreasi baru. Terbukti jamaah saya shalat dimana-mana tidak ada yang aneh. Dan saya pun telah menjadi imam shalat dihadapan ribuan jamaah, namun mereka tidak ada yang protes. Seandainya Abu Umamah bisa menyempatkan shalat berjamaah dengan saya, pasti tidak akan terjadi perdebatan seperti ini. Tetapi tidak apa-apa, insya Allah suatu waktu akan berjumpa dalam shalat bersama.

Kesimpulan dari persoalan pelatihan shalat khusyu'. Selama tidak ada larangan dari Nabi, berarti kebolehan. Yang dilarang adalah merubah syariat shalat. Termasuk bacaan shalat dirubah menjadi bahasa Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Yusman Roy dari Malang (Perdebatan via Teleconference antara Abu Sangkan dengan Yusman Roy di Metro TV).

Ditegaskan disini, shalat diawali dengan niat lalu takbir sampai salam. Diluar itu bukanlah shalat. Maka kegiatan pelatihan shalat bukanlah shalat, tetapi hanya latihan. Bagaimana menurut Anda, sebelum memasuki takbir, bolehkan kita melakukan kegiatan oleh raga, tertawa, atau baca buku ? Atau setelah menyelesaikan salam, bolehkan kita melakukan kegiatan gerakan-gerakan bebas seperti melompat dan berlari. Selama itu tidak dilakukan didalam shalat, maka itu bebas (boleh) bukan mengada-mengada soal agama. Tetapi kalau kegiatan itu dilakukan di dalam shalat, maka itu bid'ah. Semoga Abu Umamah memahami arti bid'ah dalam beribadah.

Tuduhan bahwa Abu Sangkan Penganut Wihdatul Wujud

Didalam buku saya "Berguru Kepada Allah". Pada bab misteri Al hallaj, saya justru meluruskan ajaran Al hallaj yang kurang sempurna. Karena Al Hallaj tidak mampu melepaskan kesadarannya, sehingga tidak bisa membedakan mana Allah dan mana dirinya. Inilah yang dinamakan ittihad (penyatuan). Kesimpulan saya pada bab ini, adalah manusia pada awalnya tidak ada dan akan kembali tidak ada. Yang kekal hanyalah Allah semata. Kullu man 'alaiha faan .... wa yabqa dzul jalali wal ikram ... Apakah ayat ini ada yang salah?. Siapakah sebenarnya yang kekal abadi ?. Namun kalau difahami dengan benar, saya sependapat dengan pejelasan Imam Al ghazaly, bahwa Al hallaj tidak mengaku Allah. Dia hanya membaca ayat yang berbunyi :

innani Ana Allah laa ilha illa ana fa'budnii ....
Sungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS. Thaha 20:14)

Wallahu a'lam.

Saya hanya menganggap Abu Umamah khilaf dan kurang teliti membaca bab ini. Pikirannya terlalu dipenuhi kecurigaan dan hatinya bergejolak kurang tenang. Dan ilmu tidak akan bisa masuk kepada orang yang hatinya tidak dipenuhi cahaya Ilahy.

Pada bab-bab sebelumnya, banyak ayat-ayat mutasyabihat yang saya kutip. Dan saya tidak berani menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan pikiran saya. Saya hanya membiarkan ayat-ayat mutasyabihat tersebut apa adanya, seperti kalimat yadullah (kedua tangan-Ku). Melihat uraian ini, Abu Umamah tidak faham. Dikira saya membuat pernyataan "mentashbihkan" (menyerupakan) Allah dengan tangan manusia. Sama sekali tidak !! Ayat-ayat mutasyabihat hanya bisa difahami oleh hati orang yang bertakwa. Alif laam mim ... dzalikal kitabu laa raiba fiihi hudan lil muttaqien .... Tidak ada satu dalilpun yang mengatakan, bahwa para sahabat menanyakan arti ayat-ayat mutasyabihat kepada Rasulullah dan Beliau tidak memberikan tafsir ayat-ayat mutasyabihat.

Didalam surat Al anfal ayat 17, Allah berfirman :

Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.

Pada ayat ini, apakah Rasulullah dianggap seperti Al Hallaj atau wihdatul wujud?. Jika ditanya: "Wahai Rasulullah, siapakah yang membunuh dan melempar panah ketika engkau membidik panah?". Kira-kira apa jawaban Beliau ....?? Kalau Beliau menjawab sesuai dengan ayat diatas, pastilah Beliau akan mengatakan, "Allahlah yang melempat panahku ....."

Masihkah Anda menuduh saya wihdatul wujud, yang Anda sendiri tidak paham persoalan ini?.

Tuduhan bahwa Abu Sangkan Menganut Sinkretisme

Mungkin Abu Umamah kurang paham arti sinkretisme, sehingga saya dianggap menganut faham ini. Tidak ada satupun ajaran tersebut dalam buku saya. Justru saya hanya prihatin melihat kemunduran umat islam selama berabad-abad.

Mengapa orang-orang Eropa mampu menemukan sains modern dan mampu menciptakan teknologi canggih?. Ternyata mereka perduli terhadap fenomena alam yang luar biasa, yang memberikan pelajaran bagi manusia. Padahal mereka tidak mengenal Al qur'an. Namun mereka telah memanfaatkan kemampuan berfikirnya dan akal sehatnya untuk meneliti gejala alam yang terhampar luas. Mulai dari energy listrik, nuklir, mineral, bahan kimia, ilmu aerodinamika, biologi, psikologi, neurologi, astronomi, mesin diesel, kapal selam dll. Hampir semuanya dikuasai oleh mereka. Sementara umat Islam hanya diam tidak turut terlibat mengamati sumber alam yang penuh manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa disadari hasil penemuan mereka dimanfaatkan oleh umat Islam seluruh dunia, termasuk negara-negara Arab, meminta bantuan Amerika untuk pengeboran minyak, mengolahnya, bahkan menjualkannya.

Padahal Al qur'an telah memberikan wacana berfikir kepada kita, agar tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Sebagaimana disebutkan ayat-ayat berikut ini :

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran bagimu, Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perut (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah,yang mudah ditelan bagi orang yang hendak meminumnya (QS.An Nahl,16:66)

Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (QS. Qaaf,50:7-8)

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang beriman. Dari pada penciptaan Kamu dan binatang-binatang yang melata yang bersebar (dimuka bumi) terdapat ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi kaum yang yakin. Dn pada pergantian malam dan siang serta hujan yang diturunkan Allah dari langit sebagai rezeki lalu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya dengan air hujan itu,dan pda perkisaran angin terdapat pula ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi mereka yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah, Kami memebacakannya kepadamu sebenarnya,maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan ayat-ayat-Nya. (QS. Al Jastsiyah,45: 3-6)

Dalam ayat-ayat diatas terdapat kandungan peringatan untuk umat Islam. Disamping mereka diharuskan membaca Al qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, namun diperintahkan pula untuk memikirkan ciptaan Allah sebagai pelajaran. Namun fakta yang terjadi sangat ironis, justru orang-orang kafirlah yang menguasai ilmu pengetahuan, seperti peternakan, geologi, geofisika vulkanologi dan lain sebagainya. Apakah saya disebut sebagai penganut sikretisme kalau saya memahami ilmu-ilmu tersebut? Bukankah saudara Umamah tidak sadar, bahwa ilmu-ilmu tersebut adalah ciptaan Allah dan kita diperintahkan untuk mengambil sebagai pelajaran?.

Ulasan-ulasan yang tidak difahami oleh Abu Umamah dalam bukunya Mengenal Lebih Dekat dengan Abu Sangkan halaman 84.

Sangat kelihatan Abu Umamah tidak membaca dengan baik tulisan-tulisan saya;
Padahal uraian saya adalah sebuah kesimpulan dari hadist-hadist nabi yang menyuruh kita shalat dengan serius dan thumaninah dan tidak terburu-buru. Selanjutnya dipraktekkan sebagaimana saya tulis dalam buku saya halaman 58-59.
Padahal semua yang dipraktekkan adalah tuntunan Nabi yang saya jadikan metodologi. Seperti berdiri thumaninah, rukuk, sujud dan tahiyyat. Semuanya dilakukan dengan tenang dan rendah hati. Pertanyaanya adalah :

Apakah dilarang berdiri sehingga tulang-tulang dan sendi-sendi dalam tubuh kita rileks dan tidak tegang ketika shalat ?

Apakah dilarang pikiran hening didalam shalat? Mengapa tidak tidak menyalahkan orang yang pikirannya melamun dan ngelatur kemana-mana ketika shalat? Bukankah itu lebih bid'ah, karena pikiran Rasulullah tidak pernah melamun dalam shalat.
 
Apakah dilarang ketika hati kita hadir dalam shalat, sementara banyak orang shalat tetapi hatinya tidak hadir?
 
Apakah dilarang memperbagus shalat dan wudhu' seseorang dengan dibarengi hatinya ingat kepada Allah, sementara banyak orang berwudhu yang tidak menghayati wudhu'nya sehingga tidak ubahnya mencuci muka biasa?.
 
Apakah salah orang shalat harus dilakukan dengan kesadaran ?

Sementara Abu Umamah menyalahkan persoalan-persoalan ini.

Kesimpulan dari uraian Umamah, bisa diketahui bahwa dia shalat namun pikirannya tidak tenang, karena ia melarang orang shalat pikirannya hening. Dan shalatnya tidak dilakukan dengan tenang dan tumakninah, karena ia melarang melatih tulang-tulang kembali pada tempatnya. Justru dialah yang yang tidak menjalankan sunnah Nabi, karena yang saya tulis adalah sunnah Nabi dalam mengajarkan shalat kepada para sahabat. Tolong pelajari lagi hadist-hadist yang memerintahkan untuk sadar dalam shalat, membetulkan tulang-tulangnya sehingga lurus dan tenang didalam setiap gerakan rakaat maupun bacaannya.

Semua hadist yang menyangkut shalat khusyu' sudah saya himpun dan saya susun menjadi pelajaran bagi yang shalatnya terburu-buru dan pikirannya melayang-layang, dan ini perlu dilatih. Bagi yang tidak mau latihan jangan mengusik orang yang sedang belajar. Melarang orang belajar shalat sama halnya orang-orang Yahudi yang menghalang-halangi shalat, hanya saja dikemas dengan perkataan "bid'ah", agar tidak terlihat menghalangi orang-orang yang sedang belajar shalat. Kalau memang Abu Umamah orang Islam yang benar, pasti dia akan mendatangi rumah saya dan berdiskusi dengan baik dan penuh akrab dan shilaturrami. Dengan diawali dengan shalat berjamaah tentunya. Inilah akhlak Islam yang sebenarnya yang banyak dilakukan kaum sufi yang bersih hatinya.
 
 
 
Abu Umamah mengaku Ahli Sunnah Waljama'ah ?

Saya belum percaya seratus persen kalau Abu Umamah adalah ahli sunnah wal jamaah. Mengapa demikian? Karena yang saya tahu jumlah hadist Rasulullah dikeluarkan dan diriwayatkan berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan jumlahnya. Itupun masih tergantung kedudukan keshahihannya. Dan berapa jumlah hadist yang shahih, hasan, mutawatir, masyhur, muan'an, mudhayyaq, musalsal, ahad, gharib, munqati'? Sudahkan Anda mampu menjalankan seluruh sunnah Nabi? Belum lagi jumlah ayat-ayat dalam Al qur'an, sudahkan Anda mampu menjalankan semuanya?. Apa hukumnya yang tidak menjalankan Islam secara kaafah?. Masihkan Anda berani mengatakan ahli sunnah wal jamaah? Anda tidak ada bedanya dengan saya yang hanya menjalankan sebagian sunnah nabi saja. Anda masih menggunakan uang yang ada gambar orangnya, yang menurut hadist hukumnya haram. Sementara, Anda sering melarang orang melukis makhluk hidup. Hal ini sama halnya orang-orang Saudi yang tidak konsisten, mereka menempelkan lukisan-lukisan Raja Fahd, Raja Abdullah, Raja Saud di setiap hotel di Saudi Arabiayah.

Apa hukumnya orang yang menyesatkan orang lain, sementara saya telah bersyahadat setiap shalat, menjalankan shalat lima waktu, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah ?

Saya memaafkan Abu Umamah karena dia belum kenal dengan saya, walaupun dia mengaku dalam tema bukunya "Mengenal lebih dekat dengan Abu Sangkan". Namun dia tidak kenal dengan saya, apalagi berdiskusi dengan baik dan terhomat.

Saya khawatir terhadap Abu Umamah, dia tidak bisa membedakan Islam dan kultur Arab yang keras. Islam adalah akhlak dan lemah lembut, apalagi dalam berdakwah. Al qur'an menyuruh berdakwah dengan cara yang sangat lembut dan mauidhatil hasanah ... cara ini dilakukan oleh ulama' Jawa (Wali Songo) sehingga umat Hindu tertarik mempelajari Islam, walaupun masih belum sempurna. Mungkin kalau Anda ingin merasakan bagaimana sulitnya berdakwah, cobalah berdakwah di wilayah Hindu, seperti di Bali. Kalau Anda jujur, pasti Anda akan mengatakan Wali Songo itu hebat dan cerdas.

Ulama Jawa, ketika melihat umat Hindu menjalankan ritual kematian mengadakan upacara selama tujuh hari, mereka tidak langsung merubah kultur dan kebiasaan agama sebelumnya. Apalagi langsung menhardik dengan kata-kata kafir sesat dan bid'ah. Mereka mengisi hari-hari tersebut dengan bertahlil dan bertahmid. Maksudnya mengarahkan tauhid mereka agar tidak menyekutukan Tuhan. Lihatlah situs-situs masjid Menara Kudus yang berbentuk seperti candi, pintu gerbang masjid seperti seperti pura Hindu, atap mesjid dibuat seperti pagoda. Mereka tidak merubah pakaian menjadi pakaian Saudi Arabiayah atau Pakistan, india, tetapi tetap menggunakan sarung seperti yang dipakai orang Hindu pergi sembahyang ke pura.

Hal ini terjadi terhadap fiqhuddakwah Partai Keadilan Sejahtera. Mereka melakukan dakwah melalui dan mengisi peluang dunia politik sebagai kendaraan dakwah mereka di DPR. Mereka bertujuan menegakkan syariah, namun dinilai salah oleh beberapa kelompok Islam, karena melalui cara sekuler, yaitu Trias Polica.

Kesimpulan dari penjelasan saya diatas, bukanlah akhir jawaban saya. Karena masih banyak lagi yang bisa saya sampaikan jika diperlukan. Dan saya sangat senang jika bisa berjumpa langsung dengan Abu Umamah demi keadilan dan menjalankan sunnah Al qur'an, yaitu bermusyawarah dengan baik. Dan sekali lagi Abu Umamah bukanlah Ahli Sunnah Waljamaah yang murni, tapi hanya sekedarnya saja. Kalau berjumpa dia, saya bisa tunjukkan hadist mana yang tidak dijalankan oleh dia, dan hadist mana yang telah dilanggar oleh dia.

Hayya 'alash shalah hayya 'alal falah .....




Wassalam
 
 
 
 
ABU SANGKAN

Jl. Kemangsari IV/5, Jatibening
Bekasi.

Rahasia Huruf Al Quran

Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur'an, ... kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman ….

Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, ... saya sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, ... agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini.

Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang…. Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, ... kemudian tersusun menjadi sebuah kata dan susunan kata menjadi sebuah kalimat dari kalimat terkandung sebuah pengertian, ... dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat !!

Kalau kita perhatikan sebelum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi … kata ADUH !! AU !! bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut.

Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, ... akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada. Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar. Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur'an itu awalnya adalah bahasa wahyu (bahasa Allah) laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab !! Pada saat itu Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya. Bahasa Allah itu berupa ilham / wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat. Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, ... seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas !

Pengertian itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara. seperti perasaan CINTA dan Perasaan RINDU dan perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A, ... walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami rindu dan cinta itu, ... akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku rindu, aku cinta …. Keadaan ini sangat jelas dan tidak bisa bercampur dengan perasaan lainnya. Cinta itu sangat jelas tempatnya bahkan anda mampu menceritakan dengan bahasa yang lugas. Inilah rahasia firman Allah yang akan diungkapkan oleh ulama sufi dalam bahasa yang indah dan dimengerti oleh murid-muridnya.

Selanjutnya setelah anda mengerti akan uraian saya diatas maka marilah kita membahas maksud pertanyaan saudara mengenai rahasia huruf dalam Alqur'an.

Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL FATIHAH dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA' dan pada Ba' terhimpun pada titiknya. Pada titik inilah awal mula semua kejadian bentuk huruf….

Hampir mudah sekarang kita memahami maksud rumusan diatas, karena kita tahu bahwa Al qur'an itu adalah firman Allah mengandung seluruh perintah dan larangannya, tata hukum dan sejarah bangsa-bangsa manusia, ... pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam ummul qur'an (Al fatihah).

Pada ummul qur'an menyimpulkan inti ajaran Alquran :
Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat af'al dan Dzat Allah…Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk Demikianlah kesimpulan maksud ummul Qur'an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia.

Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf ba' (dalam tata bahasa Arab sebagai ba' sababiyah), artinya semua yang ada berasal dari huruf ba' dengan sebab ismi (nama). Kalau di pisah bi- ismi- Allah (bismillah) semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu. Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud. Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT !! artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun (kalam / wahyu) adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, ... sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad (cahaya terpuji), karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya. Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian saya diatas.

Seorang guru besar mengajarkan kepada anaknya hal berikut :

Ambilkan aku buah pohon itu disana itu
Sang murid menjawab, Ini dia yang mulia ….
Belah dua-lah itu.
Sudah terbelah, yang mulia
Apakah yang kamu lihat ?
Saya melihat biji yang amat kecil
Belah dua-lah salah satu dari padanya
Dia sudah terbelah, yang mulia
Apakah yang kamu lihat didalamnya ?
Tidak ada sesuatu apapun, yang mulia

Sang guru berkata :

Yang halus ialah unsur hidup
Yang tak tampak olehmu
Dari yang halus itulah sebenar yang ada
Yang dari padanya sekalian ini terjadi
Itulah hakikat yang sejati,
Itulah hidup
Itulah kamu ……

Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, ... nanti akan ada sebuah akar yang menjulur, daun-daun yang hijau, batang yang kokoh serta buahnya yang ranum. Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat, yaitu hakikat hidup

Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah (Aku telah Melihat Allah). Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan 'huruf' sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf.

Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan. Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran. Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah (sengketa) yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan.

Asma (nama-nama) dan sifat-sifat dan Af'al (perbuatan-perbuatan) adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat. Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas. Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan (penanggalan tajrid) dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun. Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan, Asma dapat berbuat hanya dikarenakan Dzat Allah semata…dan sesungguhnya persoalannya berkisar bagaikan perkakas dan alat-alat dan huruf di dalam surga adalah merupakan alat-alat dan perkakas…..

Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah:
Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya….
Secara berurutan terurai sebagai berikut …
Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah), dan
Alqur'an adalah ayat-ayat kauliyah …
Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah (bismillah)
Asma terkandung kehendak …
Kehendak terkandung dalam sifat…
Sifat terkandung dalam Af'al
Af'al terkandung pada Dzat
Semua itu adalah hijab, karena asma, sifat, af'al bukanlah dzat itu sendiri … itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, ... dan Dzat berada dibalik TITIK … dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, ... untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab !!

Demikian semoga Allah membuka hati kita amin

Sabtu, 14 Agustus 2010

QS:31 LUQMAN

12.
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
13.
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
14.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
15.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
16.
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
يَابُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
17.
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
18.
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
19.
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
20.
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ

19 Faedah Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Manusia

1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

2.Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan d...istribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.

3. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

4. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

5. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

6. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

7. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang meberika pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.

9. Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung dan pembuluh darah.

10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

11. Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh ke dua testis.

12. Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

13. Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk sizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi

14. Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “remarkable”.

15. Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa

16. Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

17. Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini.

18. Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

19. Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

Selasa, 03 Agustus 2010

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Khutbah Nabi Menjelang Ramadhan Cetak E-mail
 

وَعَن سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ ، رَضِيَ الله عَنْهُ , قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم آخِرَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّهُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، فَرَضَ الله صِيَامَهُ ، وَجَعَلَ قِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، فَمَنْ تَطَوَّعَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً ، فَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ ، وَهُوَ شَهْرٌ يُزَادُ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ فِيهِ , مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ عِتْقَ رَقَبَةٍ ، وَمَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ قِيلَ : يَا رَسُولَ الله ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ ! قَالَ : يُعْطِي الله هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذْقَةِ لَبَنٍ أَو ْتَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ ، وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ ، وَسَقَاهُ الله مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ، وَمَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ فِيهِ أَعْتَقَهُ الله مِنَ النَّارِ.
Artinya:
Dari Salman al-Farisi r.a. beliau berkata:"Rasulullah s.a.w. berkhutbah di depan kita di hari akhir bulan Sya'ban: "Wahai manusia, telah datang kepadamu bulan yang diberkati, di dalamnya adalam malam lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan puasa, menjadikan sholat malam sebagai ibadah sunnah, barang siapa melakukan kebajikan dalam satu perkara baik, maka ia seperti telah menjalankan kewajiban pada perkara lainnya, barang siapa melakukan satu kewajiban maka (pahalanya) seperti menjalankan 70 kewajiban. Itu merupakan bulan kesabaran, orang sabar berpahala sorga, itu bulan tuntunan, pada bulan itu rizqi seorang mukmin ditambahkan, barangsiapa memberi makan orang puasa, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak dan menghapuskan dosa-dosanya. Rasulullah s.a.w. ditanyai:" Wahai Rasulullah, tidak semua kita mempunyai sesuatu untuk memberi makan orang puasa". Beliau menjawab:"Allah memberi pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun hanya seteguk susu, atau sebutir kurma atau seteguk air, barang siapa memberi makan hingga kenyang kepada orang yang berpuasa maka ia berhak mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, dan Allah akan memberinya minuman dari telagaku dengan minuman yang olehnya ia tidak akan merasa haus hingga memasuki sorga, dan ia mendapatkan pahala seperto orang puasa tadi tanpa kurang sedikitpun. Itu bulan yang awalnya rahmat, tengahnya maghfirah (ampunan) dan akhirnya diselamatkan dari neraka. Barang siapa meringankan beban budaknya pada bulan ini, maka Allah akan menyelamatkannya dari neraka.
Hadist tersebut diriwayatkan oleh Harist bun Usamah dan Ibnu Huzaimah dalam kitab Sahihnya. Ibnu Huzaimah berkata, sekiranya hadist ini sahih, dari jalurnya diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu Hayyan.

Ibnu Huzaimah meriwayatkan dengan tambahan:
و استكثروا فيه من أربع خصال : خصلتين ترضون بهما ربكم و خصلتين لا غنى بكم عنهما فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله و تستغفرونه و أما اللتان لا غنى بكم عنهما فتسألون الله الجنة و تعوذون به من النار.
"Perbanyaklah di dalamnya empat perkara: dua perkara engkau akan mendapatkan keridloan Allah dan dua perkara yang engkau tidak mungkin meninggalkannya. Dua perkara yang bertama adalah Syahadat laa ilaaha illal laah dan meminta ampunanNya. Dua perkara yang kedua adalah meminta sorga dan meminta perlindungan dari neraka."
A'dzami mengatakan hadist ini dlaif ada rawi Ali bin Zaid bin Jadz'an, lemah.
Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan dalam kitab Athraf, rawi hadist tersebut tertumpu pada Ali bin Zaid bin Jadz'an lemah, Yusuf bin Ziyad juga sangat lemah. Iyas juga saya tidak mengetahui rawi ini. Lihat Kanzul Ummal (8/477).

Minggu, 01 Agustus 2010

Pria dan Wanita, Berbeda untuk Bersatu

Secara umum orang menilai bahwa:
  • Ditinjau dari segi fisik: pria lebih tegap dan kuat, sementara wanita lebih lemah lembut
  • Ditinjau dari segi energi: energi pria terpusat sedangkan energi wanita menyebar dan membutuhkan waktu yang lebih lama
  • Dalam hal pergaulan: pria cenderung lebih aktif dan inisiatif, adapun wanita cenderung pasif dan bersikap menunggu
  • Pusat perhatian utama: pria pada karier atau prestasi kerja, sementara wanita kehidupan keluarga dan rumah tangga
  • Kekecewaan: pria terletak pada kegagalan, sementara wanita terletak pada kesepian
  • Reaksi: pria dalam menghadapi kekecewaan biasanya berdiam diri dan tak peduli, sementara wanita biasanya mengomel
  • Pengungkapan diri: pria lebih terbuka, langsung pada persoalan, serta mudah diduga, sementara wanita lebih tertutup dan sulit diduga.
  • Dalam menyikapi masalah: pria lebih rasional sedangkan wanita lebih emosional
  • Cara berpikir: pria lebih logis dan objektif, sementara wanita lebih intuitif, subjektif, serta lebih mendetil
  • Kejujuran, pria cenderung menutupi perasaan, sementara wanita cenderung menutupi kenyataan
  • Buah tangan: pria memandang pemberian dalam bentuk barang dari sudut pandang ekonomis dan praktif, sementara wanita memandang dari makna pribadi
  • Dalam menjalin hubungan: pria dianggap lebih memperhatikan keluasan dan kenyataan, sementara wanita dianggap lebih memperhatikan kedalaman serta kesetiaan
Perbedaan di atas belum ditambah dengan perbedaan kebiasaan dalam keluarga, budaya, norma, dan adat, pendidikan formal, profesi, lingkungan pergaulan, usia, dan lain sebagainya. Dengan begitu banyaknya perbedaan, mungkinkah pria dan wanita menyatu?
Sulit mencari titik temu, jika kita hanya mencari hal yang serupa. Yang perlu dicermati bukan pada perbedaan atau persamaan. Tapi lebih pada pemahaman untuk bersinergi, saling menutupi kekurangan dan kelebihan. Perbedaan tidak sama dengan pertentangan. Berbeda bukan berarti tak bisa bersama.
Pria dan wanita harus menyadari dalam segi apa kedua pihak berbeda. Menerima perbedaan yang tidak bisa disesuaikan. Mengakui perbedaan, tidak menutupi apalagi mengabaikan, selalu mencari kesesuaian dan titik temu adalah solusi untuk mengatasi perbedaan.
Adalah kebesaran yang kuasa menciptakan wanita dan pria berbeda-beda. Seperti siang dan malam, matahari dan rembulan, tawar dan asin. Semua adalah petunjuk bagi kita untuk berpikir dan makin menyadari bahwa Dia ada.
Pria dan wanita memang berbeda. Berbeda untuk bersatu. Bersatu dalam perbedaan.