SITI KHADIJAH(Ummul Mukminin pertama).
Lahir di Mekkah tahun 556, Khadijah adalah wanita pertama pemeluk
Islam. Ketika disunting RasuluLlah SAW, ia seorang janda berusia 40
tahun. Berasal dari keluarga terpandang dan ia sendiri menjadi orang
terkaya di kotanya. Sedangkan RasuluLlah SAW masih muda, berusia sekitar
25 tahun dan dari keluarga miskin. Keinginan perkawinan itu datang dari
pihak Khadijah.
Setelah menikah, semua kekayaan Khadijah
dipergunakan sepenuhnya untuk mendukung dakwah RasuluLlah SAW. Juga,
karena kewibawaannya di hadapan suku Quraisy, ia pun menjadi pelindung
RasuluLlah SAW dari ancaman orang-orang Quraisy.
RasuluLlah SAW sangat mencintai Khadijah. Meskipun Khadijah sudah
meninggal beberapa tahun, RasuluLlah SAW masih tetap mengenang. Sehingga
pernah isterinya yang lain --Aisyah-- memprotes cemburu. "Demi Allah,
tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman padaku saat semua
orang ingkar, yang percaya padaku ketika semua mendustakan, yang
mengorbankan hartanya saat semua berusaha mempertahankannya;... dan
darinyalah aku mendapatkan keturunan," kata RasuluLlah SAW di hadapan
Aisyah.
Dari Khadijah, Nabi mendapat kurnia 7 anak: 3 putra
dan 4 putri. Yang putra bernama al-Qasim, Abdullah, dan (Thaher,
meninggal ketika masih bayi). Sedangkan yang putri: Zainab, Ruqayyah,
Ummu Kalsum dan Fatimah. Sebelum dengan Nabi, Khadijah pernah menikah
dengan Abu Halal an-Nabbasy bin Zurarah. Dari Abu Halal, Khadijah
mendapat seorang anak.
Setelah Abu Halal meninggal, Khadijah
menikah lagi dengan Atiq bin Abid al-Makhzumi. Sampai Atiq meninggal,
mereka tidak dikurnia anak. Ummul mukminin al-Kubra (Ibu Kaum Mukminin
yang Agung) ini sendiri meninggal pada 619 H.
SAUDAH BINTI ZUM'AH (Ummul Mukminin kedua).
Setelah Khadijah meninggal, Nabi baru bersedia menikah lagi. Saudah
juga seorang janda. Suaminya, as-Sakran bin Amru al-Amiri, meninggal
ketika hijrah ke Habsyi (Ethiopia).
Saudah sangat berduka ditinggal suaminya itu. Untuk mengobati duka itu,
atas saran seorang wanita Khaulah binti Hakim As, RasuluLlah SAW lantas
meminang Saudah. Meskipun RasuluLlah SAW juga menyayangi Saudah, tetapi
ternyata hatinya tidak mampu mencintai wanita ini. Karena merasa
berdosa, RasuluLlah SAW lantas ingin menceraikan Saudah. Tapi apa kata
Saudah, "Biarlah RasuluLlah SAW aku begini. Aku rela malamku untuk
Aisyah (Ummul Mukminin ke tiga Nabi). Aku sudah tidak membutuhkan lagi."
Saudah wafat dimasa kekhalifahan Umar bin Khaththab hampir berakhir.
'AISYAH BINTI ABU BAKAR (Ummul Mukminin ketiga).
Satu-satunya isteri Nabi yang masih gadis, ketika dinikahi Nabi. Putri
sahabat Nabi, Abu Bakar ash-Shiddiq ini dilahirkan 8 atau 9 tahun
sebelum Hijrah. Menikah berumur 6 tahun, namun baru 3 kemudian hidup
serumah dengan Nabi. Budaya Arab, seorang laki-laki berumur menikahi
seorang gadis belia, hal yang biasa. Salah satu sebabnya, wanita Arab
fisiknya cenderung bongsor dibanding usianya.
Setelah
Khadijah, Aisyahlah isteri yang paling dekat dengan Nabi. Cantik dan
cerdas, begitu penampilannya. Karena kedekatan dan kecerdasannya itu,
setelah Nabi wafat, banyak hadith yang ia riwayatkan. Terutama soal
wanita dan keluarga. Ada 1.210 hadith yang diriwayatkan Aisyah, di antaranya 228 terdapat dalam hadith shahih Bukhari.
Selama mendampingi Nabi, Aisyah pernah dilanda fitnah hebat. Ceritanya,
pada peperangan melawan Bani Mustaliq, berdasarkan undian di antara
isteri-isteri Nabi, Aisyah terpilih mendampingi Nabi. Dalam perjalanan
pulang, rombongan istirahat pada suatu tempat Aisyah turun dari
sekedupnya (sejenis pelana yang beratap di atas punuk unta), karena ada
keperluan. Kemudian kembali. Tetapi ada yang ketinggalan, ia kembali
lagi untuk mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan
perkiraan bahwa Aisyah sudah ada di sekedupnya. Aisyah tertinggal.
Ketika sahabat Nabi, Safwan bin Buattal menemuinya, Aisyah sudah
tertidur. Akhirnya, ia pergi diantar Safwan. Peristiwa ini kemudian
dimanfaatkan orang-orang kafir untuk menghantam Nabi. Disebarkan fitnah,
Aisyah telah serong. Fitnah ini benar-benar meresahkan ummat. Bahkan
Nabi sendiri sempat goyah kepercayaannya pada Aisyah. Sehingga turunlah
wahyu surat An Nuur ayat 11. Inti wahyu itu, menegur Nabi dan membenarkan Aisyah.
Aisyah wafat pada malam Selasa, 17 Ramadhan 57 H, dalam usia 66 tahun.
Shalat jenazahnya diimami oleh Abu Hurairah dan dimakamkan di Ummahat
al-Mukminin di Baqi (sebelah Masjid Madinah) bersama Ummul Mukminin
lainnya.
HAFSAH BINTI UMAR (Ummul Mukminin keempat).
Hafsah adalah janda Khunais bin Huzafah, sahabat RasuluLlah SAW yang meninggal ketika perang Uhud.
RasuluLlah SAW menikahi Hafsah, kerena kasihan kepada Umar bin Khattab
--ayah Hafsah. Hafsah sedih ditinggal suaminya, apalagi usianya baru 18
tahun. Melihat kesedihan itu, Umar berniat mencarikan suami lagi.
Pilihannya jatuh kepada sahabatnya yang juga orang kepercayaan
RasuluLlah SAW, yakni Abu Bakar. Tapi ternyata Abu Bakar hanya diam
saja. Dengan perasaan kecewa atas sikap Abu Bakar itu, Umar menemui
Usman bin Affan, dengan maksud yang sama. Ternyata Usman juga menolak,
karena dukanya atas kematian isterinya, belum hilang. Isteri Usman
adalah putri RasuluLlah SAW sendiri, Ruqayyah.
Lalu Umar
mengadu kepada RasuluLlah SAW. Melihat sahabatnya yang marah dan sedih
itu, RasuluLlah SAW ingin menyenangkannya, lantas berkata "Hafsah akan
menikah dengan orang yang lebih baik daripada Usman, dan Usman akan
menikah dengan orang yang lebih baik dari Hafsah." Tak lama kemudian,
Hafsah dinikahi RasuluLlah SAW, sedang Usman dengan Ummu Kalsum, putri
RasuluLlah SAW juga.
Suatu malam di kamar Hafsah, RasuluLlah
SAW sedang berdua dengan isterinya yang lain, Maria. Hafsah cemburu
berat, lantas menceritakan kepada Aisyah. Aisyah kemudian memimpin
isteri-isteri yang lain, protes kepada RasuluLlah SAW.
RasuluLlah SAW sangat marah dengan ulah isteri-isterinya itu. Saking
marahnya, beliau tinggalkan mereka selama satu bulan. Terhadap kasus
ini, kemudian Allah menurunkan wahyu surat at-Tahrim ayat 1-5.
Sejarah mencatat, Hafsahlah yang dipilih di antara isteri-isteri
RasuluLlah SAW untuk menyimpan naskah pertama al-Qur'an. Hafsah wafat
pada awal pemerintahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, dimakamkan di Ummahat
al-Mu'minin di Baqi.
ZAINAB BINTI KHUZAIMAH (Ummul Mukminin kelima).
Di antara isteri-isteri RasuluLlah SAW, Zainablah yang wafat lebih dulu, setelah Khadijah. Para
sejarawan tidak banyak tahu tentang Zainab, termasuk latar belakangnya.
Tapi yang jelas ia juga seorang janda saat dinikahi RasuluLlah SAW.
Hidupnya bersama RasuluLlah SAW, hanya singkat. Antara 4 sampai 8
bulan. Zainab terkenal dengan julukan Ummul Masaakiin, karena
kedermawanannya terhadap kaum miskin. Zainab meninggal, ketika
RasuluLlah SAW masih hidup. Dan RasuluLlah SAW sendiri menshalati
jenazahnya. Zainablah yang pertama kali dimakamkan di Baqi.
UMMU SALAMAH (Ummul Mukminin keenam).
Nama aslinya, Hindun binti Abu Umayah bin Mughirah. Suaminya bernama
Abdullah bin Abdul Asad. Abdullah atau dipanggil Abu Salamah, meninggal
ketika perang melawan Bani As'ad yang akan menyerang Madinah. Sebelum
meninggal Abu Salamah berwasiat, agar isterinya ada yang menikahi dan
orang itu harus lebih baik dari dirinya.
Abu Bakar ingin
melaksanakan wasiat itu, dengan meminang Ummu Salamah tapi ditolak.
Demikian pula Umar bin Khattab, juga ditolak. Tiada lain, RasuluLlah SAW
sendiri akhirnya yang maju. Dan diterima. Ketika itu umur Ummu Salamah
hanya beberapa tahun dibawah RasuluLlah SAW dan sudah beranak empat.
Sejarah mencatat, surat
at-Taubah 102 turun tatkala RasuluLlah SAW sedang berbaring di kamarnya
Ummu Salamah. Dalam perjanjian Hudaibiyah, Umum Salamah punya peranan
penting.
Banyak sahabat RasuluLlah SAW yang protes terhadap
perjanjian itu, termasuk Umar. Usai perjanjian ditandatangani,
RasuluLlah SAW memerintahkan para sahabat agar menyembelih ternak dan
memotong rambut. Namun tidak ada yang melakukan seruan itu. RasuluLlah
SAW mengulangnya sampai tiga kali, tapi tetap tidak ada yang menyahut.
Dengan kesal dan marah kembali ke kemahnya.
Ummu Salamah
lantas usul, agar RasuluLlah SAW jangan hanya bicara, langsung saja
contoh. Benar juga, RasuluLlah SAW lantas keluar menyembelih ternak dan
menyuruh pembantu memotong rambut beliau. Kaum muslimin kemudian banyak
yang mengikuti rindakan RasuluLlah SAW ini, karena takut dikatakan tidak
mengikuti sunnah RasuluLlah SAW. Ummu Salamah banyak mengikuti
peperangan. Ia hidup sampai usia lanjut. Ia wafat setelah peristiwa Karbala, yakni terbunuhnya Husein, cucu RasuluLlah SAW. Ummu Salamah adalah Ummahatul Mukminin yang paling akhir wafatnya.
ZAINAB BINTI JAHSY (Ummul Mukminin ketujuh).
Zainab adalah bekas isteri Zaid bin Haritsah yang telah bercerai.
Sedang Zaid adalah anak angkat RasuluLlah SAW. Zainab sendiri dengan
RasuluLlah SAW juga masih bersaudara. Karena wanita ini adalah cucu
Abdul Muthalib, kakek RasuluLlah SAW (baca Sejarah, Sahid, April l997).
Meski perkawinan Zainab dengan Nabi jelas-jelas perintah Allah, tapi
gosip menyelimuti perkawinan mereka. Wahyu yang memerintah Nabi agar
menikahi Zainab itu ada pada al-Ahzab 37. Dari perkawinan inilah
kemudian turun hukum-hukum pernikahan, termasuk perintah hijab (al-Ahzab
53).
JUWAIRIAH BINTI HARITS (Ummul Mukminin kelapan).
Nama sebenarnya adalah Barrah binti Harits bin Abi Dhirar, putri
pimpinan pemberontak dari suku Bani Musthalaq, Harits bin Dhirar.
Setelah menikah dengan Nabi berganti nama Juwairiah. Sebelumnya,
Juwairiah adalah tawanan perang.
Riwayat selanjutnya tak
banyak diketahui oleh para sejarawan. Hanya ia meninggal dalam usia 65
tahun, di Madinah, pada masa Muawiyah. Dishalatkan dengan Imam Amir
Madinah yaitu Marwan bin Hakam.
SOFIYAH BINTI HUYAI (Ummul Mukminin kesembilan).
Satu-satunya isteri Nabi dari golongan Yahudi ya Sofiyah ini. Sofiyah
masih keturunan Nabi Harun dan ibunya Barrah binti Samual. Meski usianya
baru 17 tahun, tapi ia sudah dua kali menikah. Pertama dengan Salam bin
Masyham, dan kedua dengan Kinanah bin Rabi bin Abil Haqiq, pemimpin
benteng Qumus, benteng terkuat di Khaibar, markasnya kaum Yahudi.
Dikawininya Sofiyah itu, Nabi sebenarnya berharap agar kebencian kaum
Yahudi kepada kaum muslimin dapat diredam. Sofiyah wafat tahun 50
Hijriah, pada zaman Mua'wiyah. Dimakamkan di Baqi.
UMMU HABIBAH BINTI SOFYAN (Ummul Mukminin ke sepuluh).
Nama sebenarnya Ramlah binti Abi Sofyan. Ia memang putri pemimpin
Quraisy, Abu Sofyan, musuh bebuyutan Islam itu. Habibah adalah nama
putri Ramlah hasil perkawinan dengan Ubaidillah, saudara Ummul Mukminin
Zainab ra. Tentu saja Ramlah telah masuk Islam.
Berdua dengan
suaminya, ia kemudian hijrah ke Habsyi (Afrika). Celakanya, sesampai di
Habsyi suaminya murtad, masuk Nasrani. Selanjutnya, Ramlah dinikahi
RasuluLlah SAW. Mendengar ini, betapa marahnya Abu Sofyan, putrinya
sendiri masuk Islam dan sekarang kawin dengan musuh besarnya, Nabi
Muhammad SAW.
Sampai akhir hayatnya, Ramlah tetap membela Islam dan suaminya. Ia wafat pada usia 60 tahun. Juga dimakamkan di Baqi.
MARIAH AL QIBTIYAH (Ummul Mukminin kesebelas).
Mariah sebelumnya adalah budak kiriman dari raja Mesir. Kemudian
diangkat derajatnya dengan dijadikan isteri Nabi. Setelah Khadijah,
Mariah satu-satunya isteri Nabi yang melahirkan anak. Namanya Ibrahim
bin Nabi Muhammad SAW. Cuma, sayangnya Ibrahim meninggal. RasuluLlah SAW
sangat sedih dengan kematian putranya itu.
Mariah wafat pada tahun 16 hijriah. Dishalatkan oleh Amir Mukminin Umar bin Khattab.
MAIMUNAH BINTI AL HARITS (Ummul Mukminin kedua belas).
Nama aslinya adalah Barrah binti Harits. Setelah menikah dengan Nabi,
diganti dengan Maimunah. Perkawinan ini --Barrah ketika itu janda
berumur 26 tahun-- sesungguhnya atas permintaan paman Nabi, yakni Abbas
bin Abdul Muthalib. Barrah sendiri adalah adik dari isteri Abbas. Tidak
banyak yang diketahui sejarah Barrah. Yang jelas ia wafat pada tahun 51
hijriah..