محمد نور توفيق

محمد نور توفيق
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُYAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU" Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. http://shohibulummah.blogspot.com/ facebook : muhammadnurtaufiq@rocketmail.

Minggu, 01 Agustus 2010

Pria dan Wanita, Berbeda untuk Bersatu

Secara umum orang menilai bahwa:
  • Ditinjau dari segi fisik: pria lebih tegap dan kuat, sementara wanita lebih lemah lembut
  • Ditinjau dari segi energi: energi pria terpusat sedangkan energi wanita menyebar dan membutuhkan waktu yang lebih lama
  • Dalam hal pergaulan: pria cenderung lebih aktif dan inisiatif, adapun wanita cenderung pasif dan bersikap menunggu
  • Pusat perhatian utama: pria pada karier atau prestasi kerja, sementara wanita kehidupan keluarga dan rumah tangga
  • Kekecewaan: pria terletak pada kegagalan, sementara wanita terletak pada kesepian
  • Reaksi: pria dalam menghadapi kekecewaan biasanya berdiam diri dan tak peduli, sementara wanita biasanya mengomel
  • Pengungkapan diri: pria lebih terbuka, langsung pada persoalan, serta mudah diduga, sementara wanita lebih tertutup dan sulit diduga.
  • Dalam menyikapi masalah: pria lebih rasional sedangkan wanita lebih emosional
  • Cara berpikir: pria lebih logis dan objektif, sementara wanita lebih intuitif, subjektif, serta lebih mendetil
  • Kejujuran, pria cenderung menutupi perasaan, sementara wanita cenderung menutupi kenyataan
  • Buah tangan: pria memandang pemberian dalam bentuk barang dari sudut pandang ekonomis dan praktif, sementara wanita memandang dari makna pribadi
  • Dalam menjalin hubungan: pria dianggap lebih memperhatikan keluasan dan kenyataan, sementara wanita dianggap lebih memperhatikan kedalaman serta kesetiaan
Perbedaan di atas belum ditambah dengan perbedaan kebiasaan dalam keluarga, budaya, norma, dan adat, pendidikan formal, profesi, lingkungan pergaulan, usia, dan lain sebagainya. Dengan begitu banyaknya perbedaan, mungkinkah pria dan wanita menyatu?
Sulit mencari titik temu, jika kita hanya mencari hal yang serupa. Yang perlu dicermati bukan pada perbedaan atau persamaan. Tapi lebih pada pemahaman untuk bersinergi, saling menutupi kekurangan dan kelebihan. Perbedaan tidak sama dengan pertentangan. Berbeda bukan berarti tak bisa bersama.
Pria dan wanita harus menyadari dalam segi apa kedua pihak berbeda. Menerima perbedaan yang tidak bisa disesuaikan. Mengakui perbedaan, tidak menutupi apalagi mengabaikan, selalu mencari kesesuaian dan titik temu adalah solusi untuk mengatasi perbedaan.
Adalah kebesaran yang kuasa menciptakan wanita dan pria berbeda-beda. Seperti siang dan malam, matahari dan rembulan, tawar dan asin. Semua adalah petunjuk bagi kita untuk berpikir dan makin menyadari bahwa Dia ada.
Pria dan wanita memang berbeda. Berbeda untuk bersatu. Bersatu dalam perbedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar