محمد نور توفيق

محمد نور توفيق
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُYAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU" Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du. http://shohibulummah.blogspot.com/ facebook : muhammadnurtaufiq@rocketmail.

Jumat, 22 Oktober 2010

KATA-KATA MUTIARA DAN NASEHAT HADHRATUS SYAIKH KH. SYUKRON MAKMUN

KATA-KATA MUTIARA DAN NASEHAT HADHRATUS SYAIKH KH. SYUKRON MAKMUN

Minggu, 29 Maret 2009 22:42:16 - oleh : admin

Pengantar:
Alhamdulillah, berkat nikmat yang Allah limpahkan, Ana dapat menyusun kumpulan kata-kata mutiara dan nasehat guru kita Hadratus Syaikh KH. Syukron Makmun hafidzahullah. Sebenarnya banyak nasehat dan kata mutiara beliau yang sudah Ana kumpulkan dalam satu diary khusus, akan tetapi diary itu hilang. Untung saja, masih ada diary lain yang masih ada. Mayoritas kata mutiara dan nasehat ini tertulis di agenda tahun 1988 yang diambil dari berbagai acara selama nyantri di Daarul Rahman, antara lain kuliah subuh, haflatul wada’, pelantikan IP3DR/IP4DR dan lain-lain, kemudian Ana klasifikasikan kepada beberapa kategori. Ana berharap teman-teman bisa menyempurnakan lebih banyak lagi, sehingga pesan Kyai kita dapat terus kita ingat, dan seakan kita merasa masih seperti di Daarul Rahmann dulu.

  Kategori ”GURU”
  1. Orang yang mengajarmu satu huruf yang diperlukan dalam agama adalah bapakmu dalam agamamu.
  2. Hormatmu pada gurumu lebih baik dari pada ilmu yang kau terima darinya
  3. Guru yang tidak berwibawa dan tidak dihormati karena tidak menghormati gurunya sewaktu menjadi murid
  4. Kalau ingin kaya janganlah jadi ustadz, jadilah pedagang.

 Kategori ”ILMU DAN ULAMA”
  1. Orang yang tidak berilmu, tidak dipentingkan orang
  2. Orang yang tidak berilmu, tidak diorangkan orang
  3. Ilmu itu bagai lautan, semakin kita dalami semakin dalam lautan itu
  4. Sesuatu, kalau diisi akan penuh, tapi ada yang tidak penuh-penuh kalau diisi, itulah otak
  5. Walaupun ilmu banyak, tapi tidak berakhlak maka akan dikutuk Allah
  6. Kalau kita belajar dengan sejarah maka akan menjadikan jiwa kita dinamis
  7. Sangat penting mempelajari sejarah agar berjiwa patriot
  8. Menuntut ilmu adalah ibadah qalbu
  9. Orang yang bisa baca, tapi tidak mau membaca maka ia sama dengan orang buta huruf
  10. Ilmu itu didapat dengan rajin membaca
  11. Jadikan ilmu sebagai kekasihmu
  12. Nilai 1 yang diuji lebih baik daripada nilai 10 yang tidak diuji
  13. Hargailah dirimu dengan ilmu dan akhlak
  14. Ijazahmu sesungguhnya adalah ilmu dan akhlakmu
  15. Ulama adalah cendikiawan intelektual Islam yang disiplin dengan ilmunya dan mengamalkannya
  16. Kyai diibaratkan penggembala kambing. Kalau penggembala kambing menjaga kambing dari srigala. Bagaimana jika penggembalanya sendiri mempunyai srigala? (khianat pada umat?)
  17. Kyai karbitan adalah orang Islam yang pakai peci, sorban, tasbih tapi ilmunya tidak ada.
  18. Kyai karbitan menyebutkan diri bahwa dia adalah kyai bukan oleh masyarakat
  19. Ulama akhirat adalah yang tujuannya mencari ridho Allah dan untuk kepentingan agama
  20. Ulama dunia adalah yang tujuannya mencari materil meskipun kerja/mengajarnya sama dengan ulama akhirat, tapi niatnya lain.

 Kategori ”PEMIMPIN dan ORGANISASI”
  1. Pimpinlah dirimu sebelum memimpin orang lain
  2. Pemimpin yang tidak mau turun pasti diturunkan
  3. Semua posisi adalah penting dan tidak ada yang terpenting dari lainnya
  4. Orang yang pernah berorganisasi hidupnya tak akan buta.
  5. Kalau biasa meremehkan orang, maka akan diremehkan orang.
  6. Jadilah orang yang siap dipimpin dan siap memimpin
  7. Disiplin dapat ditegakkan bukan dengan kekerasan
  8. Wibawa dengan kekerasan adalah wibawa semu
  9. Yang membuat seseorang tidak berwibawa adalah karena ia memerintah tapi tidak melaksanakan, kemudian melakukan kekerasan untuk mengembalikan wibawa.
  10. Jangan jadi pengurus seperti calo, memerintah anggota tapi ia tidak melaksanakan
  11. Negara yang zalim jika pemerintahannya kehilangan akal akan pendapat rakyat yang kontra maka jalan terakhirnya dengan kekejaman seperti yang terjadi pada namrudz terhadap Ibarhim

 Kategori ’PRINSIP HIDUP”
  1. Janganlah kau jadi manusia bermental kerupuk yang cepat layu oleh angin dan hujan
  2. Lauk yang paling enak adalah rasa lapar
  3. Jadilah Pegawai Allah
  4. Orang peragu tidak akan sukses
  5. Orang yang berbudi adalah orang yang tahu budi
  6. Sarjana adalah orang yang pandai membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain, bukan orang yang pandai mencari pekerjaan kesana-kemari.
  7. Janganlah jadi orang yang kepalangtanggung
  8. Orang yang berani hidup melarat belum tentu melarat
  9. Orang yang terbiasa hidup sederhana akan siap menghadapi hidup mewah, tetapi orang yang terbiasa hidup mewah tidak siap hidup sederhana.
  10. Berbahagialah orang yang tahu kekurangannya
  11. Merasa sudah sempurna adalah berbahaya
  12. Janganlah lari dari persoalan
  13. Jadilah orang yang serba beres
  14. Yang punya niat dan tekad bulatlah yang akan berhasil
  15. Istirahat adalah berpindahnya seseorang dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain

Kategori ”CINTA”
  1. Cinta itu menyiksa, jika tidak siap tersiksa, jangan coba mencinta
  2. Orang yang tidak pernah bosan pada sesuatu, karena ia mencintai sesuatu itu
  3. Kalau kau mencintai sesuatu (ilmu) pasti kau mencarinya sampai ketemu
  4. Ilmu itu harus dijadikan kecintaannya/hobinya
  5. Korbankanlah apa yang kau cintai demi sesuatu yang lebih kau cintai (Allah SWT)

 Kategori ”PERGAULAN”
  1. Jangan jadi orang asing di negerinya sendiri
  2. Ke kandang kambing mengembik, ke kandang kerbau mengaum. Artinya: harus menyesuaikan diri.
  3. Maukah anak-anakku jadi seperti ayam? Nasib ayam jadi susah: Kalau orang kawin, ia mati, kalau ia mati ia juga ikut mati (selalu menjadi objek penderita)
  4. Jangan marah kalau tidak ditolong Allah, sudahkah menolong saudaranya?/muslim
  5. Jadilah seperti ikan hidup, meski hidup di lautan yang asin namun ia tetap tawar (istiqomah). Dan janganlah menjadi seperti ikan mati yang larut dibentuk orang, menjadi ikan asin, dendeng dan lain sebagainya
  6. Jika terjun ke suatu desa, di sana ada macannya, maka dekati dulu macannya baru bergaul dengan masyarakat.
  7. Kalau biasa meremehkan orang, maka akan diremehkan orang.
  8. Jangan melupakan jasa orang yang berjasa
  9. Hormatilah orang lain, maka kau akan dihormati
  10. Orang yang minta dihargai adalah orang yang tidak berharga

 Kategori ”PEMAHAMAN KEAGAMAAN”
  1. Pembaharuan Islam adalah mengembalikan agama kepada kebenarannya, bukan merubahnya
  2. Pembaharuan Agama dengan merubah agama berarti penggusuran agama
  3. Perintah Allah bukan sekedar untuk diseminarkan, tapi untuk diamalkan
  4. Membaca ilmu pengetahuan harus dikaitkan dengan nama Tuhanmu
  5. Suatu kewajiban pertama bagi santri adalah mendahulukan kebersihan batinnya dari akhlak yang tercela.
  6. Modernisasi tidak bertentangan dengan Islam. Yang bertentangan adalah westernisasi, seperti berpakaian minim
  7. Kalau wanita setengah telanjang adalah modern, maka kuda lebih modern?
  8. Pergaulan bebas wanita dan pria itu namanya pembinatangan manusia
  9. Modenisasi dalam Islam: Yes, Westernisasi dalam Islam: No.
  10. Modernisasi bukan penghancuran moral
  11. Perkembngan manusia harus sesuai dengan agama, bukan agama yang disesuaikan dengan hawa nafsu manusia.


(ditulis kembali oleh Al-Haqir wa Al-Faqir ilaa Robbihil Kabir: al-Tholib:
H. Muhammad Jamhuri, Lc, MA.)Photo H. 
Jamhuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar